
JAKARTA, Supersemar News – Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat pada Rapat Kerja Para anggota Kabinet Merah Putih dan jajaran lain di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4). Dalam rapat itu, ia menyampaikan sejumlah arahan penting.
Mulai dari ketersediaan bahan bakar minyak, perang, pengaruh asing, hingga perizinan tambang. Berikut rangkumannya.
Prabowo: Tanpa Sadar Ego Kita Dipakai Kekuatan Asing, Itu Devide et Impera.
Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, mengingatkan para menteri agar percaya pada kekuatan nasional dan tidak mengedepankan ambisi pribadi yang singkat.
Prabowo menekankan pentingnya kepercayaan terhadap fondasi yang dibangun para pendiri bangsa dan mengingatkan bahwa seringkali pemimpin tidak menyadari potensi besar Indonesia.
“Jadi saudara-saudara percayalah pada sistem yang telah dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita, percayalah pada kekuatan kita sendiri, percayalah pada Indonesia,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, sikap terbuai oleh pemikiran jangka pendek serta ego masing-masing membuat bangsa mudah terpecah, dan hal itu kerap dimanfaatkan kekuatan luar melalui strategi adu domba. “Kita tidak sadar, kita terbawa oleh pemikiran kita yang jangka pendek. Kita terbawa oleh ambisi dan ego kita masing-masing,” katanya.
Prabowo lalu menegaskan bahwa kondisi tersebut telah dimanfaatkan ratusan tahun oleh kekuatan asing melalui “devide et impera”.
“Kita tidak sadar justru ratusan tahun ego ambisi ini digunakan oleh kekuatan asing, itu namanya devide et impera, ini bukan hal baru ini ada di buku-buku sejarah ribuan tahun,” tegas Prabowo.
Prabowo Ingatkan Fenomena Kritik Tanpa Kerja Sudah Ratusan Tahun Terjadi.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan fenomena masyarakat yang sering mengkritik tanpa ikut bekerja sudah terjadi sejak lama.
“Jadi saudara‑saudara ini fenomena tapi ini ada di banyak negara, sudah ratusan tahun,” ujar Prabowo.
Prabowo menuturkan bahwa hal itu bisa menjadi bibit timbulnya iri, dengki, dan kebencian di masyarakat, apalagi dengan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan yang menciptakan “echo chamber” sehingga kelompok kecil dapat membuat gaduh.
Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut dirinya sering melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, menyatakan bahwa perjalanan itu salah satunya untuk mengamankan pasokan energi nasional. Padahal ia keliling untuk mengamankan pasokan bahan bakar minyak.
“Aku harus kerja keras sekarang ini, enggak ada libur. Dibilang Prabowo jalan‑jalan ke luar negeri, seneng jalan‑jalan ke luar negeri, saudara‑saudara, untuk amankan minyak ya gue harus ke mana‑mana,” tegasnya saat Taklimat Presiden RI.
Ia mencontohkan kunjungannya ke Jepang pada awal April 2026 yang lalu di mana dia berhasil mengamankan beberapa kesepakatan di bidang energi dan menyatakan rencananya akan kembali melakukan kunjungan serupa.
“Saya berangkat lagi nih, aku mau berangkat lagi nih ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat, kau tau ke mana, amankan juga.”
Prabowo juga yakin bahwa Indonesia tetap aman di tengah gejolak konflik geopolitik.
“Jadi saya nih confident, enggak ada itu bagi saya Indonesia Gelap, enggak ada, Indonesia cerah di saat banyak negara susah,” ucapnya.
(Dasen CM)
