Bogor Waspada Kasus HMPV, Dinkes Lakukan Langkah Antisipasi

- Jurnalis

Minggu, 12 Januari 2025 - 05:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, terus memantau tren kasus HMPV dan pneumonia melalui SKDR. Edukasi pencegahan penyakit juga diberikan untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Waspada Human Metapneumovirus (HMPV)
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Pemerintah Kota Bogor meningkatkan kewaspadaan terhadap Human Metapneumovirus (HMPV), virus RNA penyebab infeksi saluran pernapasan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, menjelaskan bahwa HMPV pertama kali ditemukan di Belanda pada 2001. “HMPV berbeda dengan COVID-19. Virus ini sudah lama dikenal dan memiliki sifat mirip flu,” katanya.

Baca Juga :  Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi

Gejala dan Cara Penularan HMPV
Gejala HMPV meliputi batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas, yang bisa berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia. Virus ini menular melalui batuk, bersin, kontak langsung, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Masa inkubasi virus berlangsung 3–6 hari.

Kondisi Kasus ILI dan Pneumonia
Surveilans penyakit menggunakan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) menunjukkan tren kasus Influenza Like Illness (ILI) dan pneumonia di Kota Bogor bervariasi. Pada 2024, tren ILI menurun di akhir tahun, sementara pneumonia stagnan dengan puncak kasus pada Januari.

Langkah Antisipasi Dinkes Kota Bogor
Meski belum ada laporan kasus HMPV di Kota Bogor, Dinkes memantau tren melalui SKDR dan mengimbau rumah sakit serta puskesmas melaporkan klaster infeksi pernapasan. Selain itu, mereka berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinkes Provinsi Jawa Barat, serta memberikan edukasi pencegahan melalui media sosial dan layanan kesehatan.

Baca Juga :  HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat

Himbauan untuk Masyarakat
Dinkes menghimbau masyarakat untuk tidak panik, menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan rutin, mengonsumsi makanan bergizi, memakai masker saat sakit, dan segera berkonsultasi ke tenaga medis jika muncul gejala.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru