Palangka Raya, Supersemar News — Seorang tukang bangunan bernama Sujatno, atau akrab disapa Bibit, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di sebuah lokasi proyek di Jalan Piranha 16, Palangka Raya, pada Kamis (6/6/2025) pukul 15.00 WIB.

Penemuan mayat ini berawal dari laporan pihak keluarga yang merasa curiga karena korban tidak pulang ke rumah selama dua hari. Ari, salah satu anggota keluarga korban, menyampaikan bahwa sejak Rabu (5/6), Sujatno tidak menunjukkan tanda-tanda kabar atau kepulangan seperti biasanya.

“Sudah dua hari tidak pulang, biasanya kalau kerja masih pulang atau kasih kabar. Karena khawatir, kami cari ke lokasi kerjanya, dan ternyata kami temukan beliau sudah meninggal dunia,” ungkap Ari saat ditemui di lokasi.

Korban ditemukan dalam posisi tergeletak di sudut area bangunan yang masih dalam proses konstruksi. Berdasarkan kondisi tubuh saat ditemukan dan keterangan saksi serta keluarga, diduga korban telah meninggal sejak hari sebelumnya, yakni Rabu (5 Juni 2025).

Dugaan sementara penyebab kematian adalah serangan jantung, mengingat korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Saat ini, jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian yang tiba di tempat kejadian telah melakukan olah TKP dan mencatat keterangan dari sejumlah saksi di lokasi. Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung guna memastikan penyebab pasti kematian.

“Memang korban memiliki riwayat jantung. Tapi tetap kami menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis dan proses penyelidikan dari pihak berwajib,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Penemuan ini mengundang keprihatinan dari warga sekitar dan rekan kerja korban, mengingat korban dikenal sebagai pribadi yang rajin dan pendiam. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan pekerja, terutama di sektor informal dan lapangan, yang seringkali luput dari pemantauan medis.

Jenazah saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Keluarga besar dan kerabat korban berharap agar kejadian serupa tidak terulang, serta meminta doa dari masyarakat untuk almarhum Sujatno.

(Kevin)