PURWAKARTA, Supersemar News – Aktivitas sederhana seperti bermain layang-layang dapat berubah menjadi risiko keselamatan apabila dilakukan di lokasi yang tidak tepat. Terlebih ketika aktivitas tersebut dilakukan di sekitar jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang memiliki kawasan steril dan fasilitas kelistrikan perkeretaapian.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Bhabinkamtibmas Desa Bunder Polsek Jatiluhur Aiptu Yudi Iskandar turun langsung memberikan imbauan kepada warga masyarakat, Selasa (22/9/2026).

Dengan pendekatan humanis, petugas mengingatkan warga agar tidak bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat. Benang layang-layang, terlebih yang menggunakan kawat atau bahan tajam, berpotensi tersangkut pada jaringan listrik aliran atas dan dapat membahayakan keselamatan.

Layang-layang yang putus juga dapat terbawa angin dan masuk ke area jalur kereta. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengejar atau mengambil layang-layang yang jatuh ke kawasan jalur perkeretaapian.

Kapolsek Jatiluhur Polres Purwakarta Kompol A. Abdul Kodir mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan jalur Whoosh tetap aman dan steril.

“Kami mengimbau seluruh warga untuk tidak melakukan aktivitas yang berisiko di sekitar jalur kereta cepat, seperti bermain layang-layang, menerbangkan drone, memasuki jalur rel atau menempatkan benda maupun mendirikan bangunan di kawasan yang tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Menurutnya, imbauan tersebut bukan semata-mata larangan, tetapi bagian dari upaya kepolisian untuk mencegah masyarakat menjadi korban akibat aktivitas yang dilakukan di lokasi berbahaya.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami mengajak orang tua untuk mengawasi anak-anak dan mengarahkan mereka bermain di tempat yang aman, jauh dari jalur kereta maupun jaringan listrik,” tambahnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak memasuki ruang manfaat jalur kereta api. Jalur tersebut merupakan kawasan yang harus dijaga steril demi keselamatan perjalanan kereta dan masyarakat itu sendiri.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, melalui Kasi Humas, IPTU Tini Yutini, menyampaikan bahwa keselamatan di sekitar jalur kereta membutuhkan kepedulian bersama.

“Polri terus mengedepankan edukasi dan pencegahan agar masyarakat memahami potensi bahaya sebelum terjadi. Kami mengajak warga untuk mematuhi aturan, menjaga jarak aman dari jalur kereta dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu perjalanan kereta,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dengan cara yang humanis apabila menemukan aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Menjaga jalur kereta tetap steril bukan hanya tentang mematuhi aturan, tetapi juga tentang melindungi diri sendiri, keluarga dan pengguna kereta.

Sumber : TB News

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *