Dalam momen penuh makna di panggung utama Green Tourism Festival BKT Jakarta Timur, Kang Tohir Kulikulo tampak menyerahkan karya lukisan batu bernilai seni lingkungan kepada Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, disaksikan oleh para panitia dan komunitas seniman. Adegan ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara seniman, pemerintah, dan masyarakat dalam gerakan edukasi cinta alam dan pelestarian lingkungan perkotaan.

Jakarta, 8 November 2025 | Supersemar News

JAKARTA – Dalam suasana penuh semangat pelestarian alam, Kang Tohir Kulikulo, seniman asal Bogor sekaligus Ketua Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bogor, tampil memukau di ajang Green Tourism Festival 2025 yang digelar di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur.
Kegiatan ini menghadirkan sinergi antara seni, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Lukisan Batu, Cinta Alam yang Bernilai Seni

Dalam wawancara eksklusif bersama Rifay Marzuki, Dewan Pembina Supersemar News, Kang Tohir menuturkan bahwa karya unggulannya kali ini adalah lukisan batu alam, yang ia jadikan cinderamata istimewa bagi Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin.

“Alhamdulillah, beliau sempat kaget dan tertarik saat tahu kalau batu bisa dilukis. Bahkan Pak Walikota berencana mengundang saya ke kantor untuk berdiskusi tentang seni dan lingkungan,” ujar Kang Tohir.

Karya lukisan batu ini menggambarkan harmoni antara manusia dan alam, menjadi simbol bahwa benda sederhana pun dapat memiliki nilai tinggi jika diolah dengan kreativitas.

Dalam suasana akrab di area pameran Green Tourism Festival BKT Jakarta Timur, seniman Kang Tohir Kulikulo memperlihatkan secara langsung proses lukisan batu bertema cinta lingkungan kepada Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin. Interaksi hangat ini menggambarkan dukungan pemerintah terhadap karya seni ramah lingkungan dan inovasi kreatif yang lahir dari bahan alam.

Dialog Santai Bersama Wali Kota Jakarta Timur

Kang Tohir juga menuturkan momen unik saat berbincang santai dengan Pak Munjirin, yang menyinggung soal gaya rambut gondrongnya.

“Saya jawab dengan senyum: rasa kepercayaan diri dan kenyamanan itulah yang membuat seorang seniman bisa bebas berekspresi,” tutur Kang Tohir.

Obrolan ringan itu menjadi gambaran bagaimana seni dan personalitas saling berpadu dalam diri seorang seniman.

Lagu Ciptaan & Komunitas Penyanyi Jalanan Kota Bogor

Selain memamerkan lukisan batu, Kang Tohir juga membawakan lagu ciptaannya sendiri di panggung utama Green Tourism Festival.

“Melalui musik dan seni, kami ingin menanamkan pesan mencintai alam secara kreatif dan menyenangkan,” ujarnya.

Respon dari pengunjung dan komunitas sangat positif. Mereka mengapresiasi karya Kang Tohir sebagai bentuk nyata edukasi cinta lingkungan yang menginspirasi masyarakat luas.

Di salah satu stan Trotora Gallery pada Green Tourism Festival 2025 BKT Jakarta Timur, tampak Kang Tohir Kulikulo bersama Rifay Marzuki Dewan Pembina Supersemar News dan rekan seniman menampilkan berbagai karya seni dari bahan alam, seperti lukisan batu dan potret alami bertema cinta lingkungan. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dapat menjadi media edukasi masyarakat untuk menjaga bumi melalui seni berkelanjutan.

Sinergi Festival: Seni, Pemerintah & Masyarakat

Green Tourism Festival 2025 menjadi contoh sukses kolaborasi antara pemerintah daerah, seniman, dan komunitas masyarakat.
Event ini berlangsung sejak pagi hingga malam hari di Pintu Air Weir 1 Malaka Sari, Jakarta Timur, dan menghadirkan berbagai pameran, pertunjukan musik, serta kegiatan edukasi lingkungan.

Lihat keseruannya di media sosial resmi penyelenggara:
📸 Instagram Green Tourism Festival
📷 Galeri Foto Festival di Kumparan

Pesan Cinta Alam untuk Generasi Muda

Kang Tohir berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar di berbagai kota.

“Semoga acara ini menjadi inspirasi untuk mencintai lingkungan, bukan hanya di Jakarta Timur, tapi juga di seluruh Indonesia,” ujarnya menutup wawancara.

Dengan semangat seni dan edukasi, Green Tourism Festival membuktikan bahwa gerakan cinta lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menghargai karya dan menjaga keindahan alam sekitar.

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki