Delegasi Kemenko Polkam dan tim BAE Systems Digital Intelligence berpose bersama di Stirling Square, London, usai membahas penguatan kerja sama keamanan siber Indonesia dalam menghadapi ancaman digital global.

SUPERSEMAR NEWS — Polkam, London — Upaya Indonesia membangun ketahanan siber nasional memasuki babak baru setelah Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan BAE Systems Digital Intelligence, salah satu perusahaan keamanan siber dan pertahanan global paling berpengaruh di dunia. Pertemuan strategis tersebut berlangsung pada Selasa, 25 November 2025, di BAE Systems – Stirling Square HQ, London.

Pertemuan ini dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kemenko Polkam, Eko D. Indarto, dan menjadi bagian dari agenda penting pemerintah Indonesia dalam memperluas jejaring internasional untuk menghadapi eskalasi ancaman siber global yang semakin kompleks dan agresif.
Dalam konteks geopolitik terkini, ancaman siber bukan lagi isu sektoral, tetapi telah menjadi komponen vital bagi keamanan nasional. Oleh karena itu, kolaborasi dengan aktor global seperti BAE Systems semakin relevan dalam memperkuat pertahanan digital Indonesia.

Pentingnya Kolaborasi Siber di Era Ancaman Global

Pada sesi pembukaan, Eko D. Indarto menegaskan bahwa Indonesia kini berada pada fase penting dalam membangun struktur keamanan digital nasional. Ia menekankan bahwa ancaman siber tidak mengenal batas negara, sehingga pendekatan kolektif menjadi sangat diperlukan.

Dalam sambutannya, Eko mengatakan bahwa “Kemenko Polkam memandang kerja sama internasional sebagai elemen kunci dalam membangun ketahanan siber Indonesia. Kolaborasi dengan mitra berpengalaman seperti BAE Systems akan memperkuat kapasitas, kapabilitas, dan respons nasional terhadap ancaman yang semakin berkembang.”

Eko menambahkan bahwa pemerintah Indonesia secara konsisten mendorong penguatan koordinasi antar-lembaga, termasuk dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta aparat penegak hukum. Sinergi ini terus ditingkatkan melalui berbagai inisiatif seperti peningkatan kapasitas SDM, integrasi sistem deteksi dini, dan program latihan bersama.

Untuk mendukung pernyataannya, Eko juga menyebut bahwa Indonesia perlu mengikuti standar dan praktik terbaik global, termasuk solusi pertahanan digital yang dikembangkan oleh perusahaan dengan ekosistem keamanan siber tingkat tinggi.

BAE Systems Tawarkan Ekspansi Dukungan dan Transfer Pengetahuan

Pihak BAE Systems diwakili oleh Nick Blackwell, Director Business Development Asia Pacific. Dalam paparannya, Nick menjelaskan bahwa BAE Systems telah lama menjalin hubungan dengan berbagai institusi di Indonesia—khususnya melalui kolaborasi teknis dengan BSSN.

Nick menegaskan bahwa BAE Systems siap memperluas kerja sama tersebut ke tahapan yang lebih strategis.
Ia menyatakan “BAE Systems telah bekerja dekat dengan sejumlah institusi Indonesia dan siap memberikan dukungan lanjutan untuk meningkatkan kompetensi SDM, sistem pertahanan digital, dan kemampuan respons insiden siber Indonesia. Landscape ancaman global saat ini memerlukan respons yang adaptif, terkoordinasi, dan terukur.”

Selain itu, Tim BAE Systems memaparkan perkembangan terbaru mengenai aktivitas ‘state actors’ dan ‘state-sponsored actors’, termasuk pola serangan siber yang menyasar infrastruktur kritis, finansial, hingga sistem pertahanan negara.

Paparan ini mencakup analisis mendalam terkait modus operasi kelompok peretas tingkat negara, teknik infiltrasi berbasis zero-day exploit, serta contoh insiden yang terjadi di Inggris dan kawasan Eropa sepanjang 2023–2025.

Diskusi Kasus Serangan Siber dan Pembelajaran Global

Pertemuan berlanjut ke sesi diskusi teknis yang membahas sejumlah contoh kasus serangan siber global, regional, dan nasional. Tim Indonesia dan BAE Systems berdiskusi terkait serangkaian insiden ransomware, serangan Advanced Persistent Threat (APT), serta upaya pembobolan data berskala besar yang pernah mengguncang beberapa institusi internasional.

Dalam sesi ini, delegasi Indonesia mengurai pola ancaman yang mencuat di Tanah Air, termasuk serangan yang menargetkan:
– sektor layanan publik
– sistem keuangan
– infrastruktur digital pemerintahan
– sistem industri energi dan transportasi

Diskusi juga menghasilkan sejumlah lesson learned yang dapat diadopsi Indonesia, seperti pentingnya:
• implementasi zero-trust architecture
• memperkuat security operation center (SOC) nasional
• memperluas penggunaan threat intelligence sharing
• memperkuat kemampuan forensik digital
• menyiapkan protokol respons insiden berskala nasional

Rencana Penguatan Kerja Sama Strategis dengan BSSN

Salah satu topik utama dalam pertemuan ini adalah peluang penguatan kolaborasi teknis antara BSSN dan BAE Systems. Delegasi Kemenko Polkam menyoroti beberapa program prioritas, antara lain:

1. Program Pelatihan Teknis

Pelatihan intensif untuk meningkatkan keterampilan cyber defense, termasuk incident handling, malware analysis, dan cyber threat intelligence.

2. Table-Top Exercise (TTX)

Program latihan skenario ancaman untuk melatih respons cepat antar-lembaga.

3. Pengembangan Kemampuan Deteksi Dini

Penguatan sistem deteksi dini ancaman (early warning system) berbasis teknologi mutakhir.

4. Peningkatan Kapasitas SDM Siber Nasional

Peluang peningkatan kompetensi personel pemerintah melalui pelatihan bersertifikasi internasional yang difasilitasi BAE Systems.

Komitmen Indonesia Memperkuat Pertahanan Digital

Secara keseluruhan, pertemuan ini memperlihatkan langkah konkret pemerintah Indonesia membangun sistem keamanan digital yang lebih tangguh. Dalam pernyataan penutup, Eko D. Indarto kembali menegaskan pentingnya sinergi global.

Ia menyampaikan bahwa “peningkatan ancaman siber menuntut kerja sama internasional yang kokoh. Kemenko Polkam berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra global guna memastikan keamanan nasional, ketahanan digital, dan kesiapan Indonesia menghadapi spektrum ancaman siber yang terus berkembang.”

Melalui pertemuan ini, Kemenko Polkam ingin memastikan bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga membangun kompetensi dalam negeri dan memperkuat daya tahan digital sesuai perkembangan teknologi global.

Kolaborasi dengan BAE Systems dipandang sebagai salah satu langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital Indonesia, sekaligus meningkatkan kapasitas pertahanan dalam menghadapi tantangan dunia siber yang tak lagi bisa dipandang sebelah mata.***(SB)

SupersemarNewsTeam