Kesenian Kie Lin: Tradisi Sakral Khas Bogor yang Mirip Barongsai

- Jurnalis

Minggu, 2 Februari 2025 - 14:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pertunjukan kesenian Kie Lin di Kota Bogor menyuguhkan nuansa sakral, dengan ornamen hijau gelap bercorak gelombang putih, menjadi daya tarik unik yang hanya dapat ditemukan di Indonesia.

Kie Lin, Atraksi Sakral di Perayaan Imlek

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Perayaan Imlek di Kota Bogor menghadirkan atraksi kesenian Kie Lin yang sarat nuansa sakral. Pertunjukan ini memukau masyarakat dengan keunikan ritualnya.

Perbedaan Kie Lin dan Barongsai

Walau mirip, Kie Lin dan Barongsai memiliki perbedaan mencolok. Kie Lin dimainkan oleh dua orang dengan iringan musik khas Tionghoa yang bertempo lambat, mengutamakan ritual daripada hiburan. Barongsai, sebaliknya, lebih dinamis dan penuh gerakan akrobatik.

Baca Juga :  Waketum Dharma Pertiwi Buka Bazar TNI, Semarakkan HUT ke-81 TNI

Makna Sakral Kie Lin

Menurut Patrick Alfonsus, Koordinator Bidang Ritual PGB Bangau Putih, Kie Lin merupakan hewan mitologi yang menjadi tunggangan Dewa-Dewi saat turun ke Bumi. “Kie Lin lebih sakral, dengan warna hijau gelap dan corak gelombang putih,” jelas Patrick.

Musik Khidmat Kie Lin

Patrick menambahkan, musik pengiring Kie Lin diciptakan khusus oleh seorang Guru Besar. “Enam orang memainkan alat musik berbeda, sementara dua orang memerankan kepala dan buntut Kie Lin,” terangnya.

Kehadiran Kie Lin di Momen Khusus

Kie Lin tampil pada acara-acara tertentu, seperti Ce Lak (ulang tahun Kie Lin), malam Ce Kao (pemandian Kie Lin di Sungai Ciliwung), Cap Si, dan Cap Go Meh.

Baca Juga :  Rampung Diuji FNSS di Turkiye, Harimau APC Pertama Segera Diserahterimakan ke TNI AD

Pelestarian oleh Generasi Muda

Patrick menegaskan pentingnya regenerasi untuk melestarikan kesenian ini. “Kami sadar banyak kesenian punah karena tidak ada penerusnya. Kami berkomitmen menjaga dan mengembangkan Kie Lin,” ucapnya.

Harapan untuk Kie Lin

Ia berharap Kie Lin tetap eksis. “Kie Lin hanya ada di Bogor. Jika bukan kami yang menjaga, siapa lagi? Kami ingin kesenian ini terus berkembang,” tutup Patrick.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru