KH Lutfi Hakim, menyambut positif rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun Rumah Sakit Royal Batavia Cakung

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 21:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SupersemarNews
– Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH Lutfi Hakim, menyambut positif rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun Rumah Sakit Royal Batavia Cakung. Menurutnya, pembangunan rumah sakit berstandar internasional tersebut bukan hanya soal fasilitas kesehatan, melainkan simbol kebangkitan kawasan timur Jakarta.

“Cakung punya sejarah panjang, dari masa kolonial sampai industri modern. Dulu orang Jakarta Timur menyebut kawasan tengah sebagai udik karena pusat pemerintahan ada di Jatinegara. Sekarang justru Jakarta Timur yang menjadi pusat pembangunan baru. Kehadiran Royal Batavia ini bukan sekadar rumah sakit, tapi simbol kebangkitan peradaban di tanah timur,” kata Lutfi, Senin (25/8).

Rumah Sakit Royal Batavia akan dibangun di atas lahan 1,9 hektare dengan kapasitas 282 kamar rawat inap. Gedung 13 lantai ini ditargetkan mulai dibangun pada 2026–2027 dan beroperasi pada 2028.

Selain rumah sakit, Pemprov DKI juga akan membangun Masjid Raya dan SMA Negeri di kawasan yang sama. Seluruh fasilitas tersebut akan terintegrasi dengan Rusun Cakung Barat, menghadirkan konsep perkotaan baru yang menggabungkan kesehatan, pendidikan, spiritualitas, dan perumahan dalam satu kawasan.

Cakung dikenal luas sebagai kawasan industri dan permukiman padat. Namun dalam catatan sejarah, wilayah ini sejak lama menjadi simpul penting di timur Batavia. Dalam tradisi lisan Betawi, Cakung diyakini sudah menjadi jalur singgah sejak masa Kerajaan Salakanagara pada abad ke-2 Masehi, kerajaan awal di Jawa Barat yang tercatat dalam naskah Bujangga Manik dan catatan Dinasti Tang.

Pada abad ke-16, pelaut Portugis dan Spanyol yang singgah lewat rute Manila–Maluku sempat mendirikan hospital misi sederhana di kawasan timur Batavia. Belanda kemudian memperkuat pengaruhnya dengan menjadikan Meester Cornelis (kini Jatinegara) sebagai pusat militer timur. Dari sana, jalur logistik menuju Bekasi dan Karawang melewati Cakung. Karena strategis, Belanda mendirikan rumah sakit lapangan bagi prajurit dan pekerja perkebunan.

Memasuki abad ke-20, wajah Cakung berubah menjadi kawasan industri modern. Pemerintah mendirikan RSUD untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Namun bagi warga, RSUD identik dengan antrean panjang dan layanan terbatas.

Kini, dengan pembangunan Royal Batavia, Pemprov DKI ingin mengubah narasi itu.

Menurut KH Lutfi Hakim, pembangunan fasilitas kesehatan modern di Cakung menegaskan pengembalian stigma lama. Istilah udik, yang dulu digunakan warga Jakarta Timur untuk menyebut kawasan tengah. karena pusat pemerintahan kala itu ada di Jatinegara,

Bahkan, ada bendungan bernama Latuharhary yang lebih dikenal dengan sebutan Bendungan Udik, menandakan perbedaan antara pusat kota dan wilayah timur yang kala itu dianggap kampung.

“Sekarang melalui pembangunan ini, seperti mengembalikan Cakung ke posisi original. Daerah yang di abad 20 menjadi kawasan pinggiran, kini dikembalikan ke aslinya,” ujar Lutfi.

Ia kembali menegaskan, kehadiran Royal Batavia, Masjid Raya, dan SMA Negeri akan membawa Cakung kembali ke perannya sebagai simpul peradaban Jakarta Timur.

“Sejarah membuktikan, dari Salakanagara, kolonial Belanda, hingga RSUD modern, Cakung selalu punya posisi penting. Kini, Cakung kembali mengambil peran sebagai episentrum baru,” tambahnya.

Dengan pembangunan ini, Pemprov DKI berharap Jakarta Timur tidak lagi dipandang sebagai pinggiran, melainkan jantung baru Batavia Global yang menggabungkan kesehatan, pendidikan, spiritualitas, dan sejarah dalam satu lanskap kota. ***

(SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi
5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!
Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian
Api Berhenti di Batas Sawit, Kebetulan atau Pola?
Emma Rivilla Dan Relawan Gabungan Bersihkan Sampah Usai Lomba Dayung HSU 2026
Kabut Asap HSU: APINDO Bagikan 1.000 Masker Gratis ke Siswa!
Demokrat HSU Gelar Zumba dan Lomba Rakyat Rayakan HUT RI
Gempa Flores M7,7 Rusak RSUD Komodo, Pasien Dievakuasi
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:26 WIB

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi

Jumat, 11 September 2026 - 14:09 WIB

5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!

Selasa, 8 September 2026 - 12:01 WIB

Speedboat Hilang di Selat Sunda, 7 Jurnalis Dalam Pencarian

Rabu, 2 September 2026 - 07:29 WIB

Api Berhenti di Batas Sawit, Kebetulan atau Pola?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Emma Rivilla Dan Relawan Gabungan Bersihkan Sampah Usai Lomba Dayung HSU 2026

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB

Berita utama

Gempa M 7,0 Guncang Tibet China

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:06 WIB