KPK Tahan Gubernur Riau Abdul Wahid Usai OTT Korupsi

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 11:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gubernur Riau Abdul Wahid tampak digiring petugas usai terjaring OTT KPK dan resmi ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.

SUPERSEMAR NEWS — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi pemerasan terkait anggaran Dinas PUPR Provinsi Riau.
Penetapan tersangka ini diumumkan langsung oleh Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu (5/11/2025).

Kronologi OTT dan Penetapan Tersangka

Menurut Johanis, Abdul Wahid ditetapkan sebagai tersangka usai terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (3/11/2025).
“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif dan ditemukan unsur dugaan tindak pidana, perkara ini naik ke tahap penyidikan. Setelah kecukupan alat bukti diperoleh, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” ujar Johanis.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Ungkap Lima Perkara SDA dan Barang Bersubsidi, 12 Tersangka Diproses

Selain Abdul Wahid, KPK juga menjerat dua pejabat lain, yaitu:

  1. Arief Setiawan (MAS) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau.
  2. Dani M. Nursalam (DAN) – Tenaga Ahli Gubernur Provinsi Riau.

Pasal yang Dilanggar

Ketiga tersangka dijerat Pasal 12e dan/atau Pasal 12f dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal-pasal tersebut mengatur tentang tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan gratifikasi oleh penyelenggara negara dalam kapasitas jabatan publik.

Langsung Ditahan 20 Hari

KPK juga langsung menahan ketiganya untuk proses penyidikan lebih lanjut.
“Terhadap tiga tersangka tersebut dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak Selasa, 4 November 2025 hingga 23 November 2025,” kata Johanis.

  • Abdul Wahid (AW) ditahan di Rutan Gedung ACLC KPK.
  • Arief Setiawan (MAS) dan Dani N. (DAN) ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK.
Baca Juga :  Kebakaran Ruko Bogor Hanguskan 3 Ruko, Diduga Korsleting!

Johanis menegaskan bahwa penahanan dilakukan untuk mempercepat proses pengumpulan bukti dan mencegah penghilangan barang bukti.

Dugaan Modus dan Aliran Dana

Dalam keterangan awal, KPK menduga Abdul Wahid memerintahkan bawahannya untuk mengatur pembagian proyek di lingkungan Dinas PUPR PKPP Riau. Sebagian rekanan proyek diduga diminta menyerahkan sejumlah uang sebagai imbalan penunjukan langsung.
Hasil penyidikan sementara menunjukkan adanya aliran dana gratifikasi yang masuk ke rekening pihak-pihak terkait.

Kasus ini memperkuat komitmen KPK dalam memberantas korupsi di daerah, terutama di sektor infrastruktur yang rawan penyimpangan anggaran.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis
PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat
Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:00 WIB

Peduli Masyarakat, Polisi Fasilitasi Warga Palangka Raya Pelatihan Kerja Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 23:51 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum Lakukan Penyadapan Ilegal, Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Berita Terbaru