Mayat Ditemukan di Kebun dengan Luka di Pundak, Korban Diduga Dianiaya Sebelum Tewas

- Jurnalis

Selasa, 19 November 2024 - 12:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SUPERSEMARNEWS.COM BOGOR  –  Tajurhalang– Penemuan mayat seorang pria berpakaian lengkap menggegerkan warga Desa Leuwiliang, Bogor, Senin (18/11).

Korban ditemukan di sebuah kebun oleh seorang warga yang hendak membuang sampah.

Kondisi korban saat ditemukan menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan. Luka bekas penganiayaan terlihat jelas di bagian pundak.

Atas laporan warga, pihak kepolisian segera mengevakuasi jasad korban ke RSUD Leuweliang untuk dilakukan otopsi.

Hasil otopsi mengungkap identitas korban sebagai Muhammad Rafli, seorang pengusaha online yang juga dikenal sebagai bujangan asal Desa Tajurhalang.

Baca Juga :  Polres Jakbar Bongkar Sindikat Tembakau Sintetis, Cairan Narkotika Bisa Disemprot ke Rokok Biasa

Berdasarkan keterangan keluarga, Rafli meninggalkan rumah pada Minggu malam dan tidak kembali hingga Senin pagi.

Kapolsek setempat, AKP Dedi Surya, menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan mendalam.

“Kami menemukan indikasi kuat bahwa korban mengalami penganiayaan sebelum tewas. Saat ini, kami sedang menggali informasi dari keluarga dan saksi-saksi di sekitar lokasi penemuan,” ujar Dedi.

Warga sekitar mengaku terkejut dengan kejadian ini. Menurut tetangga, Rafi dikenal sebagai sosok yang ramah dan jarang terlibat konflik.

“Dia orangnya baik, tidak pernah ada masalah sama orang lain. Kami kaget mendengar kabar ini,” ujar salah satu warga.

Baca Juga :  Forkopimko Jakarta Barat Menyapa Warga Tambora, Perkuat Sinergi Wujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman

Pihak keluarga korban berharap polisi dapat segera mengungkap pelaku di balik kejadian tragis ini.

“Kami ingin keadilan untuk Rafi. Semoga pelakunya bisa segera ditemukan dan dihukum seberat-beratnya,” ungkap salah satu kerabat korban.

Hingga saat ini, polisi terus mengumpulkan bukti di lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.

Masyarakat diminta untuk melaporkan jika mengetahui informasi yang dapat membantu penyelidikan.

(SupersemarNewsTeam)
(R/ Sangga Buana)


Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru