
SERUYAN, Supersemarnews – Sebuah mobil berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) dan bertuliskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dengan nomor polisi F 8936 HG, diduga digunakan untuk kegiatan di luar peruntukan resmi.
Mobil tersebut terlihat memuat sejumlah barang dagangan pribadi, termasuk puluhan teng dan dus racun rumput merek Roundup, di kawasan Pasar PPM Sampit, pada Kamis (6/11/2025).
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, mobil box itu kedapatan memuat berbagai macam barang. Barang-barang yang diangkut di antaranya puluhan teng racun rumput, bawang, alas kaki, serta perlengkapan belanja lainnya.
Seorang karyawan toko yang membantu memuat barang tersebut menyebutkan bahwa semua barang adalah milik sopir mobil.
“Barang punya sopir ini. Sopirnya lagi di Pasar PPM, masih belanja,” ujar karyawan toko yang menggunakan sepeda motor hijau saat dikonfirmasi wartawan.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turut menyampaikan kekhawatiran atas kejadian itu.
“Katanya mobil itu berlogo Badan Gizi Nasional, tapi kok bawa racun rumput. Takutnya nanti bahaya kalau tidak dibersihkan,” ujar salah seorang warga.
Sementara itu, Andi, sopir mobil SPPG Hanau, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan milik pribadinya yang saat ini bekerja sama dengan dapur SPPG Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Hanau.
“Mobil ini milik pribadi. Memang kita sudah masuk kerja sama dengan dapur SPPG Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Hanau, dan vendornya adalah Kades Pembuang Hulu,” kata Andi kepada wartawan, Kamis (6/11).
Andi menambahkan, program MBG di Hanau nantinya akan menyiapkan sekitar 4.000 porsi makanan bergizi bagi masyarakat.
“Mobil ini saya pakai karena MBG di kecamatan masih belum berjalan. Diperkirakan satu bulan lagi baru aktif karena alat-alat masih dikirim dari Jakarta. Jadi saya pakai dulu untuk belanja dagangan saya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa mobil tersebut akan dibersihkan sebelum kembali digunakan untuk kegiatan resmi program.
“Sebetulnya bukan mobil ini yang biasa saya pakai, tapi mobil L300 milik saya juga. Nanti setelah sampai Hanau dan barangnya dibongkar, mobil ini langsung kami cuci juga, Bang,” tambahnya.
Peristiwa ini menarik perhatian warga karena mobil berlogo program pemerintah seharusnya digunakan untuk kegiatan resmi, terutama dalam mendukung penyaluran makanan bergizi bagi masyarakat. Namun, mobil tersebut tampak digunakan untuk membawa puluhan teng racun rumput.
Pihak vendor dapur MBG Hanau sekaligus Kepala Desa Pembuang Hulu I, Muhammad Firdaus, juga memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.
“SPPG Hanau belum ada kontrak kerja sama dengan pemilik mobil box tersebut karena SPPG Hanau masih dalam tahap persiapan,” ujar Kades Pembuang Hulu I saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/11).
Firdaus menambahkan, pihaknya akan menegur pemilik kendaraan yang menempelkan logo Badan Gizi Nasional dan tulisan SPPG Hanau pada mobil box tersebut.
“Atas kejadian ini, yang bersangkutan akan kami tegur dan kami peringatkan agar tidak terulang lagi, termasuk bagi pemilik mobil calon mitra kami yang lainnya,” tutup Muhammad Firdaus.
Diketahui, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
Program ini menekankan pentingnya distribusi makanan bergizi secara efektif, efisien, dan higienis agar penerima manfaat memperoleh asupan dalam kondisi layak konsumsi.
(Fauji )
