Museum Perjuangan Bogor, Warisan Sejarah Generasi Muda

- Jurnalis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 17:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Museum Perjuangan Bogor menyimpan koleksi autentik peninggalan para pahlawan, menjadi saksi bisu sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

SUPERSEMAR NEWS – Museum Perjuangan Bogor kini dikelola oleh Buyamin SH atau akrab disapa Pak Ben. Ia mengambil alih estafet pengelolaan setelah pengurus sebelumnya wafat. Dengan tekad kuat, Pak Ben merawat museum ini tanpa gaji tetap, murni dari panggilan hati demi generasi muda Indonesia.

“Segala-galanya sudah saya pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang mau melanjutkan, jadi saya harus meneruskan demi anak-anak generasi saat ini,” tutur Pak Ben tulus.

Informasi Kunjungan Museum

Museum buka setiap hari pukul 08.30 WIB hingga sore. Harga tiket masuk terjangkau:

  • Pelajar hingga SMA: Rp10.000
  • Dewasa/Umum: Rp15.000
Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Hadiri Kompolnas Awards 2026 di Jakarta

Banyak sekolah di Bogor mengajak siswanya berkunjung untuk belajar sejarah langsung dari sumbernya.

Koleksi Autentik Masa Perjuangan

Museum ini menyimpan berbagai artefak asli, seperti:

  • Senjata rampasan perang gerilya dari Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Depok.
  • Seragam medis Palang Merah lengkap dengan noda darah asli.
  • Berbagai peninggalan asli era perjuangan melawan penjajah.

Pak Ben menegaskan, keaslian koleksi adalah prinsip utama. “Kalau ada baju hilang kancingnya, saya tidak beli di toko. Harus tetap asli,” ujarnya.

Pesan Patriotisme untuk Generasi Muda

Pak Ben prihatin banyak pelajar datang hanya karena tugas sekolah, bukan kesadaran pribadi. Ia mengusung filosofi Generation Forever:

  • Generasi harus berkesinambungan, bukan “generasi tertidur”.
  • Patriotisme dan nasionalisme harus tertanam kuat.
  • Bangsa yang baik menghargai pejuang dan pahlawan.
Baca Juga :  PRAJURIT YONHOWITZER 1 MARINIR RAIH SABUK EMAS

Kronologi Perjuangan Nusantara

Pengunjung dapat mempelajari perjalanan sejarah:

  1. Era Laskar: Hizbullah, Banten, Merah Putih.
  2. Era TKR-BKR: Tentara dan Badan Keamanan Rakyat.
  3. Era PETA: Pembela Tanah Air pada masa Jepang.
  4. Perang gerilya dengan taktik hit and run.

Edukasi Sejarah Berkelanjutan

Pak Ben menegaskan pentingnya memahami sejarah. “Tidak mungkin ada hari ini kalau tidak ada hari kemarin. Perjuang sejati berkata: darahku, keringatku, matiku untuk merdeka,” ucapnya.

Ia berharap peringatan hari nasional bukan hanya seremoni, melainkan pengamalan nilai perjuangan. “Setinggi apapun jabatan, kalau tidak menghargai pejuang, itu bangsa yang bodoh,” tegasnya.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap
IPC TPK Buka Direct Call Penghubung Indonesia, Tiongkok, dan Thailand
Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu
Program “Polisi Peduli Pengangguran” di Banjarmasin, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi
Pangdam dan Menhut Terjun: Bongkar Kendala Pemadaman Karhutla di Taman Tanjung Puting
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab Wapang dan KSAD di Cilangkap

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung Indonesia, Tiongkok, dan Thailand

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu

Berita Terbaru