Musim Kemarau 2025 Pendek, BMKG Ingatkan Petani Waspada

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 19:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Data peta anomali suhu permukaan laut (SST) menunjukkan pola pemanasan di wilayah Nino3.4 dan perairan Indonesia bagian timur, mendukung pernyataan BMKG bahwa musim kemarau 2025 mengalami keterlambatan akibat curah hujan yang di atas normal.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – BMKG mengungkapkan bahwa musim kemarau 2025 datang lebih lambat dan berdurasi pendek. Hingga awal Juni, baru 19% zona musim di Indonesia yang masuk musim kemarau. Sebagian besar wilayah masih diguyur hujan.

Anomali Cuaca Akibatkan Keterlambatan Musim

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, curah hujan tinggi pada April–Mei jadi penyebab kemarau terlambat. Wilayah seperti Sumatra Selatan, Jawa, Bali, NTB, dan NTT masih mengalami hujan di atas normal.

Baca Juga :  Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Ini Harapan Supersemar News

Namun, data dasarian Juni menunjukkan tren hujan mulai menurun. Sebanyak 72% wilayah masuk kategori normal, 23% bawah normal, dan hanya 5% masih hujan lebat.

Hujan di Kemarau: Berkah atau Ancaman?

Dwikorita menegaskan, hujan di musim kemarau bisa menguntungkan petani padi karena pasokan air tetap tersedia. Namun, bagi petani hortikultura seperti cabai dan tomat, kelembapan tinggi bisa memicu hama dan penyakit.

Baca Juga :  Pesan Khusus Suahasil ke Pejabat Bea Cukai-Pajak yang Baru Dilantik

Oleh karena itu, petani perlu menyiapkan sistem drainase dan pelindung tanaman. Pemerintah daerah juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaan.

Adaptasi Perubahan Iklim Jadi Kunci

BMKG meminta semua pihak tidak lagi berpaku pada pola iklim lama. Perubahan iklim global membuat cuaca tak menentu. Oleh sebab itu, kebijakan adaptif berbasis data diperlukan di sektor pertanian, air, dan mitigasi bencana.

Untuk berita iklim lainnya, pantau terus Supersemar News.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru