
SUPERSEMAR NEWS – Kapten Pnb Muhammad Nogi Bramantyo kembali mengukir prestasi global dan mengharumkan nama Indonesia setelah meraih gelar Best International Student pada Flying Instructor Course (FIC) yang digelar Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) pada Kamis (20/11).
Pencapaian ini menegaskan profesionalisme, kompetensi, dan daya saing penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) di kancah internasional.
Prestasi Global Perwira TNI AU
Perwira penerbang dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin itu menunjukkan performa terbaik sepanjang pelaksanaan kursus dan mengungguli para peserta internasional lainnya.
Menurut keterangan resmi Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi Nogi dalam setiap tahap pendidikan.
“Penghargaan yang diraih Kapten Pnb Nogi menegaskan profesionalisme serta konsistensinya selama mengikuti seluruh tahapan kursus. Ini menjadi kebanggaan bagi Skadron Udara 11 serta TNI Angkatan Udara,” tegas Dispenau dalam siaran pers, Sabtu (22/11).
Memperkuat Kompetensi dan Kerja Sama RI–Australia
Lebih jauh, TNI AU menyatakan bahwa prestasi ini memperkuat kualitas instruktur penerbang Indonesia, sekaligus menjadi kontribusi strategis bagi peningkatan kerja sama pendidikan militer antara Indonesia dan Australia.
Kolaborasi ini sejalan dengan penguatan diplomasi pertahanan kedua negara dan pengembangan kualitas SDM militer Indonesia.

Menjalani Pendidikan Intensif di Australia
Sebelum memasuki fase inti FIC, Nogi mengikuti Special Language Bridging Course di DITC Laverton untuk memastikan kemampuan bahasa dan adaptasi teknisnya memenuhi standar operasi RAAF.
Selanjutnya, ia menempuh pendidikan intensif selama tiga bulan di Central Flying School East Sale, sebuah lembaga pelatihan instruktur terbang yang menjadi pusat peningkatan kapabilitas pilot militer Australia.
Materi Pelatihan Berstandar Internasional
Selama program, Nogi mempelajari beragam materi instruktur penerbang, mulai dari:
- General Flight
- Formation Flying
- Instrument Flight
- Airborne Instruction Technique
- Navigation
- Combo Flight
Setiap fase pelatihan disusun untuk menghasilkan instruktur penerbang yang mampu mengajar, mengevaluasi, dan mengendalikan operasi penerbangan dengan standar keselamatan tinggi.
Program tersebut ditutup dengan Flight Category/Instructor Check, yang menjadi evaluasi tertinggi bagi peserta.
Sepanjang pendidikan, Nogi mencatat total sekitar 38 jam terbang, melampaui standar minimum yang ditetapkan lembaga pelatihan.
Dampak Strategis bagi TNI AU
Prestasi ini dinilai mengangkat reputasi TNI AU dalam jaringan kerja sama internasional, terutama dengan negara-negara sahabat.
Selain itu, kompetensi yang dibawa pulang Nogi akan menjadi nilai tambah dalam peningkatan kualitas pelatihan penerbang di lingkungan TNI AU.
Prestasi Kapten Pnb Muhammad Nogi Bramantyo menjadi bukti bahwa SDM TNI AU mampu bersaing dan berprestasi di arena pelatihan militer dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi pertahanan.***(SB)
SupersemarNewsTeam
