PH Shandika Minta Maaf dan Setop Produksi Usai Xpose Uncensored

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 06:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SUPERSEMAR NEWS – HIBURAN – Rumah produksi Shandhika Widya Cinema
akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tayangan Xpose Uncensored edisi 13 Oktober 2025 yang memicu protes keras dari sejumlah kalangan pondok pesantren, terutama Ponpes Lirboyo
di Kediri, Jawa Timur.

Dalam unggahan video di akun Instagram resmi perusahaan, @shandhikaph, pada Senin (20/10/2025), Direktur Personalia PT Shandhika Widya Cinema, Sigit Wahyana, menegaskan bahwa pihaknya menghentikan seluruh aktivitas perusahaan sejak 14 Oktober 2025.

Permintaan Maaf Terbuka

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Sigit Wahyana (Direktur Personalia PT. Shandhika Widya Cinema). Berkaitan dengan tayangan Xpose Uncensored edisi Senin, 13 Oktober 2025, kami menyatakan memohon maaf sebesar-besarnya kepada para Kyai, Nyai, dan Santri yang visualnya terdapat dalam tayangan tersebut,” ujar Sigit dalam video yang kini viral di media sosial.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya memohon maaf kepada seluruh santri di Indonesia, terutama kepada pengurus besar Nahdlatul Ulama (NU) dan alumni Pondok Pesantren Lirboyo atas insiden yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Aktivitas Produksi Dihentikan

Menurut Sigit, seluruh tim yang terlibat dalam pembuatan tayangan tersebut sudah diberhentikan. Selain itu, kerja sama kontrak dengan pihak stasiun televisi Trans7 juga telah diputuskan.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kekeliruan yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat luas, dan karena telah berakhirnya kerja sama dengan pihak stasiun TV, maka sejak 14 Oktober 2025 kami memberhentikan seluruh aktivitas perusahaan,” tegasnya.

Respons Trans7 dan CT Corp

Sebelumnya, perwakilan Trans7 dan CT Corp juga telah mengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung pada Rabu (15/10/2025). Dalam pertemuan tersebut hadir Direktur Produksi Trans7 Andi Chairil, CEO Detik Network Abdul Aziz, dan Kepala Divisi HRD Trans7 Antonius Refijanto.

Sementara dari pihak Lirboyo, pertemuan tersebut dihadiri oleh keluarga pengasuh, para santri, dan alumni pesantren. Suasana dialog berlangsung kondusif dan penuh keterbukaan.

Baca Juga :  Komandan Satuan Latihan Brimob Korbrimob Polri Resmi Membuka Pelatihan Terjun Payung Bagi Personel Korps Brimob 2026

Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdul Mu’id Shohib, menyebut bahwa pihaknya mendengar banyak klarifikasi langsung dari jajaran Trans7.

“Dalam pertemuan tersebut berjalan baik, banyak disampaikan klarifikasi dari bapak Aziz dan bapak Andi terkait tayangan di Trans7 pada hari Senin sore kemarin,” ungkap Abdul.

Klarifikasi dan Dampak Tayangan

Tayangan Xpose Uncensored edisi 13 Oktober 2025 disebut menampilkan visual yang dinilai tidak pantas dan menyinggung kalangan pesantren, sehingga menuai reaksi keras di media sosial.

Akibatnya, banyak pihak mendesak Trans7 dan Shandhika Widya Cinema untuk bertanggung jawab dan melakukan evaluasi mendalam terhadap standar etika produksi tayangan publik.

Kini, dengan permintaan maaf terbuka dan penghentian aktivitas produksi, diharapkan polemik ini menjadi pelajaran penting bagi dunia hiburan televisi agar lebih menghormati nilai-nilai keagamaan dan sosial di Indonesia.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka
Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan
Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi
Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu
Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba
Polisi Gerebek Diduga Sarang Narkoba di Eks Golden Sampit, 31 Orang Diamankan
Bentuk Relawan Kampung Bersih Narkoba, Polresta Banjarmasin: Sinergi Cegah Narkotika
Kapolda Metro Jaya Silaturahmi dengan The Jakmania, Perkuat Komunikasi untuk Sepak Bola yang Kondusif
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:22 WIB

Gugurnya Personel TNI dalam Misi Water Bombing di Seruyan, Kapolda Kalteng Berduka

Kamis, 5 November 2026 - 23:19 WIB

Kapolda Kalteng Bersama Gubernur dan Pangdam Jenguk Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan

Kamis, 5 November 2026 - 23:06 WIB

Diduga Delapan Tersangka Ditangkap di Palangka Raya, BB Ratusan Gram Sabu dan Ekstasi Dihancurkan Polisi

Kamis, 5 November 2026 - 23:04 WIB

Ramai Pembeli, Pemilik Toko Ponsel di Palangka Raya Jadi Korban Pembelian Uang Palsu

Kamis, 5 November 2026 - 23:02 WIB

Polres Kotim Gak Kasih Ampun, 3 Polsek Bergerak Serentak Berantas Narkoba

Berita Terbaru