Polda Metro Jaya Pulihkan Trauma Siswa SDN 01 Kalibaru Usai Kecelakaan

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Petugas psikologi Polda Metro Jaya terlihat mendampingi siswa SDN 01 Kalibaru dan orang tuanya, memberikan dukungan emosional serta PFA untuk membantu pemulihan trauma usai insiden kecelakaan.

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta — Upaya cepat dilakukan Polda Metro Jaya untuk membantu pemulihan psikologis para siswa SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, setelah insiden kecelakaan yang melibatkan kendaraan dan beberapa siswa pada Kamis (11/12/2025). Dalam respons yang terukur dan sigap, Tim Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya bersama Ikatan Psikologi Klinis (IPK) HIMPSI Jakarta menggelar layanan Psychological First Aid (PFA) untuk membantu siswa, saksi, guru, dan keluarga korban mengatasi trauma awal.

Insiden yang mengejutkan tersebut mengguncang kondisi emosional para murid. Karena itu, pendampingan psikologis dilakukan guna mengembalikan rasa aman dan menekan dampak stres pascakejadian. Langkah cepat ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam memberikan layanan psikososial yang terukur, berbasis riset, dan berorientasi kepada pemulihan jangka panjang.

Respons Cepat Polda Metro Jaya Setelah Insiden

Petugas Psikologi Kepolisian turut memberikan pendampingan langsung kepada keluarga korban di ruang perawatan, memastikan dukungan emosional dan PFA berjalan optimal pasca insiden kecelakaan siswa SDN 01 Kalibaru.

Dalam laporan yang diterima redaksi, kecelakaan terjadi di sekitar area sekolah dan sempat menimbulkan kepanikan, baik di antara siswa maupun para pendidik. Polda Metro Jaya segera menerjunkan 10 personel psikolog dan konselor, yang berkolaborasi dengan lima psikolog klinis HIMPSI Jakarta, untuk menjalankan tahap awal penanganan psikologis.

Tim gabungan tersebut langsung mengidentifikasi siswa-siswa yang menunjukkan gejala trauma, seperti ketakutan berlebih, syok, menangis berkepanjangan, hilang konsentrasi, serta menghindari lokasi kejadian. Selain itu, mereka melakukan sesi observasi terhadap siswa yang memerlukan asesmen lanjutan.

Baca Juga :  Ada Apa! Sidokkes Kepolisian Periksa Hiburan Malam di Palangka Raya

Melalui pendekatan ramah anak, pendampingan diberikan dengan metode komunikasi ringan, permainan terapeutik, teknik pernapasan sederhana, hingga konsultasi terbatas bagi orang tua yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai dampak psikologis pada anak.

Apa Itu Psychological First Aid (PFA)?

PFA merupakan metode standar internasional yang digunakan dalam situasi darurat untuk membantu individu meredakan reaksi stres awal. Pendekatan ini tidak berfokus pada terapi mendalam, tetapi lebih kepada:

  • Memberikan rasa aman
  • Mengurangi kepanikan
  • Menenangkan kondisi mental
  • Memastikan kebutuhan dasar psikososial terpenuhi
  • Menghubungkan individu dengan dukungan lanjutan

PFA sering digunakan dalam berbagai bencana dan insiden massal. Menurut pedoman WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), PFA terbukti efektif dalam mencegah terjadinya gangguan psikologis jangka panjang pada anak.

Pendampingan Berbasis Data dan Observasi Lapangan

Tim Polda Metro Jaya melakukan asesmen lapangan untuk memetakan tingkat paparan trauma. Siswa yang berada di lokasi kejadian menunjukkan reaksi lebih kuat daripada siswa yang mengetahui peristiwa itu dari orang lain. Pendekatan personal diberikan kepada siswa yang menyaksikan langsung kejadian, karena mereka memiliki risiko lebih tinggi mengalami trauma berulang.

Pendampingan juga diberikan kepada orang tua yang masih mengalami kecemasan akibat kondisi anaknya. Para psikolog menjelaskan tanda-tanda trauma yang perlu diwaspadai di rumah, seperti:

  • takut keluar rumah
  • sulit tidur
  • mimpi buruk
  • kehilangan minat pada kegiatan sekolah
  • mudah marah atau menangis

Dengan edukasi tersebut, keluarga dapat memberikan dukungan emosional lebih optimal selama proses pemulihan berlangsung.

Pernyataan Resmi Kepala Bagian Psikologi Polda Metro Jaya

Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, IBG Adi Putra Yadnya, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi siswa untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah jika diperlukan. Dukungan psikologis kami pastikan optimal agar siswa dan keluarga bisa melewati masa pemulihan dengan lebih tenang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendampingan psikososial merupakan bagian dari layanan perlindungan anak yang terus diperkuat oleh pihak kepolisian, terutama di wilayah dengan risiko kejadian serupa.

Baca Juga :  Satgas PKH Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Nabire, Kapolri Tegaskan Komitmen Lindungi Hutan

Pendekatan Ramah Anak Selama PFA

Selama proses PFA, para psikolog menerapkan sejumlah teknik pendampingan yang aman dan mudah dipahami anak:

1. Teknik Grounding

Anak diajak melakukan latihan sederhana seperti menyebutkan objek di sekitar untuk mengembalikan kesadaran dan menurunkan kecemasan.

2. Play Therapy (Terapi Bermain)

Permainan edukatif digunakan untuk membantu anak mengekspresikan perasaan tanpa paksaan.

3. Emotional Labeling

Siswa belajar menerjemahkan rasa takut, sedih, atau bingung menjadi kata-kata, sehingga dapat dipahami dan dikelola.

4. Parent–Child Reassurance

Orang tua dilibatkan agar hubungan emosional antara anak dan orang tua tetap stabil.

Kolaborasi Lintas Lembaga

Pendampingan psikologis bekerja sama dengan:

  • Biro SDM Polda Metro Jaya
  • Ikatan Psikologi Klinis (IPK) HIMPSI Jakarta)
  • Pihak sekolah SDN 01 Kalibaru
  • Puskesmas setempat sebagai dukungan kesehatan lanjutan

Kolaborasi ini menjadi model penanganan terpadu yang dapat diterapkan pada berbagai insiden traumatis di lingkungan pendidikan.

Program Pemantauan Jangka Panjang

Setelah tahap awal PFA, Polda Metro Jaya merencanakan program lanjutan berupa:

  • Monitoring perilaku anak di sekolah
  • Konseling lanjutan bagi siswa berisiko tinggi
  • Pelatihan literasi psikologis bagi guru
  • Dukungan psikoedukasi untuk orang tua
  • Penilaian lanjutan untuk deteksi PTSD dini

Dengan rencana pemantauan tersebut, proses pemulihan emosional siswa dapat berjalan secara menyeluruh.

Dukungan Sekolah dan Peran Guru

Pihak sekolah menyambut baik pendampingan ini. Guru-guru diberikan pemahaman mengenai gejala trauma dan cara menangani siswa yang mengalami penurunan konsentrasi atau ketakutan berlebih.

Guru diminta:

  • menciptakan suasana kelas yang tenang
  • memberikan waktu adaptasi bagi siswa trauma
  • menghindari tekanan tugas
  • memperbanyak aktivitas ringan dan menyenangkan

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB
KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan
Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad
Gempa M 7,0 Guncang Tibet China
Enam Agama, Satu Kampus: Merawat Toleransi di IABN Sriwijaya Tangerang
KCIC mendukung mobilitas pelari Jakarta Running Festival melalui Whoosh
JK Terima Penghargaan Khusus dari NIU, Disebut Sebagai Sosok Penghubung Indonesia-Amerika Serikat
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:24 WIB

BERHASIL TANGKAP PETINGGI KKB DAN REBUT KEMBALI SENJATA, PRAJURIT YONIF 9 MARINIR RAIH KPLB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KPK Tunggu Balasan TNI Terkait Dugaan 2 Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Makin Dekat: MUI Tolak, Polda Jateng Sebut tak Ada Pembatalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Gempa M 7,0 Guncang Tibet China

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB

Berita utama

Gempa M 7,0 Guncang Tibet China

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:06 WIB