Presiden Apresiasi Aparat Aceh, Menko Polkam Beri Peringatan Tegas

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 14:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Dalam pengarahan di Aula Presisi Mapolda Aceh, Menko Polkam menegaskan apresiasi Presiden terhadap dedikasi, pengorbanan, dan profesionalisme aparat TNI–Polri yang terpampang jelas di layar utama. Melalui pesan yang ditampilkan di hadapan ratusan peserta, Menko Polkam menekankan pentingnya kekompakan antar-satuan, komunikasi yang sehat, serta komitmen menjaga stabilitas Aceh agar tetap menjadi wilayah yang aman, maju, dan sejahtera.

SUPERSEMAR NEWS — Banda Aceh. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menyampaikan langsung pesan Presiden Prabowo Subianto kepada aparat TNI dan Polri yang bertugas di Aceh melalui pengarahan resmi di Aula Presisi Mapolda Aceh. Presiden, melalui Menko Polkam, menegaskan apresiasi atas kontribusi aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di Aceh yang dinilai sangat membanggakan.

Apresiasi Presiden untuk Aparat Aceh

Dalam arahannya, Menko Polkam menjelaskan bahwa Presiden melihat kerja aparat di Aceh telah berjalan sangat baik, terutama dalam menjaga ketertiban, pelayanan publik, dan kondusivitas daerah. Karena itu, Presiden meminta seluruh aparat mempertahankan capaian tersebut.

“Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada para prajurit dan pemerintah daerah di Banda Aceh. Presiden melihat pelaksanaan tugas di sini sangat membanggakan,” ujar Menko Polkam.

Pernyataan ini sekaligus menjadi dorongan moral bagi masing-masing instansi untuk tetap menjaga kualitas kinerja di lapangan.

Pertemuan Strategis Menko Polkam dan Forkopimda

Sebelum memberikan pengarahan kepada prajurit, Menko Polkam lebih dulu menggelar pertemuan tertutup dengan unsur Forkopimda Aceh, termasuk Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Dan Kogabwilhan, Danguskamla, Danlanal, Danlanud SIM, serta perwakilan Kejaksaan Tinggi Aceh.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

Pertemuan tersebut membahas konsolidasi keamanan, strategi penanganan potensi ancaman, dan sinkronisasi kebijakan pusat-daerah.

Pentingnya Kekompakan Aparat di Daerah

Dalam sesi pengarahan, Menko Polkam menegaskan bahwa kekompakan menjadi faktor utama keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan keamanan daerah. Ia menyoroti sering munculnya masalah akibat ego sektoral di tingkat pejabat daerah.

“Kalau kita tidak kompak, pekerjaan pemerintahan daerah pasti tidak optimal. Dan apabila tidak berjalan baik, rakyat yang akan dirugikan,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia meminta setiap unsur—termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, hingga Pemerintah Daerah—membangun pola kerja kolektif dengan orientasi pelayanan publik.

Peringatan Serius: Tambang Ilegal dan Narkoba

Selain itu, Menko Polkam menyoroti dua ancaman besar yang berpotensi merusak masa depan Aceh: tambang ilegal berbasis merkuri dan peredaran narkoba. Ia menekankan bahwa dua persoalan ini harus ditangani secara tegas, cepat, dan terukur.

Ia menegaskan bahwa praktik penambangan ilegal dapat memicu kerusakan lingkungan, seperti banjir bandang, kerusakan hutan, dan pencemaran sungai.

Sementara itu, narkoba menjadi ancaman terbesar terhadap generasi muda Aceh. Apabila tidak dikendalikan, praktik ini mampu menghancurkan kualitas sumber daya manusia dan menggagalkan agenda besar Indonesia Emas 2045.

“Saya akan minta pertanggungjawaban Kapolda dan Pangdam apabila mendapatkan laporan praktik seperti itu terjadi di lapangan,” ujar Menko dengan tegas.

Peringatan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam memberantas kejahatan lingkungan dan narkotika.

Integritas Aparat dan Penegasan Sumpah Jabatan

Dalam momentum itu pula, Menko Polkam kembali mengingatkan aparat mengenai sumpah jabatan TNI–Polri yang tidak hilang meskipun seseorang pensiun. Sumpah itu melekat seumur hidup sebagai bentuk kehormatan dan komitmen moral.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Imbau Massa Sampaikan Aspirasi secara Damai, Waspadai Kepadatan Lalu Lintas

Ia mengatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas, pengorbanan, dan tanggung jawab moral, serta mampu menahan diri meskipun memiliki kewenangan penuh.

“Saya melihat bahwa situasi di Aceh aman. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar Menko Djamari sambil mengapresiasi kinerja aparat di lapangan.

Komitmen Polda Aceh Mendukung Program Prioritas Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah memaparkan komitmen jajarannya dalam mendukung program strategis nasional, khususnya peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu program prioritas tersebut adalah Makan Bergizi Gratis, yang kini telah dijalankan melalui 16 SPPG yang beroperasi, ditambah 13 lainnya yang dalam proses renovasi dan alokasi anggaran.

“Program ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas,” jelas Kapolda.

Program ini disebut menjadi bukti nyata komitmen kepolisian Aceh dalam mendukung kualitas gizi anak bangsa.

Program Ganko Presisi: Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Selain itu, Kapolda memaparkan kontribusi lain melalui Program Ganko Presisi, yang berfokus pada pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan desa. Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat memaksimalkan potensi lokal untuk membangun kemandirian pangan.

“Seluruh program strategis yang kita bahas hari ini merupakan satu kesatuan yang saling terkait,” ujar Kapolda.

Karena itu, implementasinya harus disusun secara strategis dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Sinergi Kolektif Menuju Aceh yang Stabil dan Produktif

Secara keseluruhan, kegiatan pengarahan dan pertemuan strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan Aceh tetap menjadi wilayah yang aman, stabil, dan kondusif bagi pembangunan.

Dengan kolaborasi kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, Aceh diharapkan mampu mendukung agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045 dengan fondasi keamanan dan pemerintahan yang solid.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pencurian Tiga Tabung Gas 3 Kg Viral di Medsos, Polsek Kalideres Bergerak Cepat Amankan Pelaku
Putra Dono Warkop Jadi Ilmuwan Nuklir di Jerman, Ini Faktanya!
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Integritas Polri Diuji
Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, Ajak Anggota Polri Jadikan Tugas sebagai Ladang Ibadah
Cegah Karhutla Sejak Dini, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Edukasi Siswa SMAN 1 Tewah
Pangdam XXII/TB Terjun Langsung Pimpin Evakuasi Helikopter MI-17V5 di Seruyan
Kodam XXII/TB Terima Tim Pokja Sahli Kasad, Bahas Penguatan Front Perlawanan Rakyat
Kapolri Terima Delegasi ONCB Thailand, Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika Lintas Negara
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:16 WIB

Pencurian Tiga Tabung Gas 3 Kg Viral di Medsos, Polsek Kalideres Bergerak Cepat Amankan Pelaku

Jumat, 6 November 2026 - 16:57 WIB

Putra Dono Warkop Jadi Ilmuwan Nuklir di Jerman, Ini Faktanya!

Jumat, 6 November 2026 - 16:11 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Integritas Polri Diuji

Jumat, 6 November 2026 - 13:32 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, Ajak Anggota Polri Jadikan Tugas sebagai Ladang Ibadah

Jumat, 6 November 2026 - 12:35 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Edukasi Siswa SMAN 1 Tewah

Berita Terbaru