Pendiri Supersemar News, Yusuf, S.H., bersama Dewan Penasehat Supersemar News, Jhansen Mangiring Marpaung, S.H., berfoto usai membahas penguatan peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas 2045. Dalam momentum Hari Koperasi Indonesia ke-79, keduanya menegaskan pentingnya transformasi digital, tata kelola yang profesional, serta penguatan nilai gotong royong agar koperasi tetap menjadi soko guru perekonomian nasional sebagaimana cita-cita Bung Hatta. Melalui kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan yang berintegritas, koperasi diyakini mampu mewujudkan keadilan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kedaulatan ekonomi bangsa.

Bagian IV: Koperasi sebagai Pilar Indonesia Emas 2045 dan Jalan Menuju Keadilan Sosial

Oleh Sangga Buana

Koperasi Harus Kembali Menjadi Arus Utama Ekonomi Nasional

Setelah hampir delapan dekade sejak Kongres Koperasi Indonesia pertama di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947, perjalanan koperasi Indonesia telah melewati berbagai fase, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan, pembangunan nasional, reformasi, hingga era transformasi digital.

Namun satu pertanyaan besar masih relevan untuk dijawab: apakah koperasi benar-benar telah menjadi soko guru perekonomian Indonesia sebagaimana dicita-citakan Bung Hatta?

Jawabannya belum sepenuhnya.

Di satu sisi, jutaan masyarakat Indonesia telah merasakan manfaat koperasi, baik melalui koperasi simpan pinjam, koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi pertanian, koperasi nelayan, maupun koperasi jasa. Koperasi terbukti mampu memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membuka lapangan kerja, serta meningkatkan inklusi ekonomi.

Namun di sisi lain, masih terdapat koperasi yang tidak aktif, tata kelolanya lemah, minim inovasi, bahkan kehilangan kepercayaan anggotanya. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa semangat koperasi tidak cukup hanya diperingati setiap Hari Koperasi, tetapi harus diwujudkan dalam pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Koperasi Menuju Indonesia Emas 2045

Visi Indonesia Emas 2045 menempatkan pembangunan sumber daya manusia, transformasi ekonomi, dan pemerataan kesejahteraan sebagai prioritas nasional. Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi berbasis masyarakat.

Koperasi dapat menjadi simpul yang menghubungkan petani dengan pasar, nelayan dengan industri pengolahan, pelaku UMKM dengan pembiayaan, serta generasi muda dengan peluang kewirausahaan berbasis digital.

Transformasi koperasi bukan lagi sekadar pilihan kebijakan, tetapi menjadi kebutuhan agar Indonesia mampu membangun ekonomi yang inklusif, tangguh, dan tidak bergantung sepenuhnya pada kekuatan modal besar.

Apresiasi Pendiri Supersemar News, Yusuf, S.H.

Pendiri Supersemar News, Yusuf, S.H., menyampaikan bahwa sejarah koperasi merupakan warisan perjuangan bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, koperasi lahir dari semangat kebersamaan yang menjadi karakter masyarakat Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.

Ia menilai bahwa di tengah meningkatnya persaingan ekonomi global, koperasi justru memiliki peluang besar untuk menjadi penyeimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

Koperasi mengajarkan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi dari seberapa banyak masyarakat yang ikut merasakan manfaatnya. Nilai gotong royong yang menjadi ruh koperasi adalah kekuatan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh banyak negara,” ujar Yusuf, S.H.

Menurutnya, transformasi digital harus dijadikan momentum untuk memperkuat koperasi, bukan mengubah jati dirinya. Teknologi harus digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota, memperluas akses pasar, dan memperkuat tata kelola yang transparan.

Yusuf juga mengajak generasi muda untuk tidak memandang koperasi sebagai lembaga yang kuno. Sebaliknya, koperasi harus menjadi ruang inovasi, kolaborasi, dan kewirausahaan yang mampu melahirkan pelaku ekonomi baru dengan semangat kebersamaan.

Pandangan Dewan Penasehat Supersemar News, Jhansen Mangiring Marpaung, S.H.

Dewan Penasehat Supersemar News, Jhansen Mangiring Marpaung, S.H., menegaskan bahwa koperasi merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Menurutnya, koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan institusi yang membangun kepercayaan, tanggung jawab, dan solidaritas antaranggota.

Ia menilai bahwa tantangan terbesar koperasi saat ini bukan hanya persoalan modal, tetapi juga kualitas kepemimpinan, integritas pengurus, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan regulasi.

Koperasi harus dikelola dengan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi. Kepercayaan anggota adalah aset yang paling berharga. Tanpa kepercayaan, koperasi akan kehilangan kekuatan utamanya,” tegas Jhansen Mangiring Marpaung, S.H.

Ia juga mendukung penguatan pendidikan perkoperasian sejak usia dini agar generasi muda memahami bahwa koperasi merupakan instrumen pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan bersama, bukan semata-mata keuntungan individu.

Rekomendasi Redaksi Supersemar News

Dalam pandangan Redaksi Supersemar News, terdapat sejumlah langkah strategis yang perlu menjadi perhatian bersama agar koperasi mampu menjawab tantangan masa depan.

Pertama, pemerintah perlu memperkuat pendidikan perkoperasian melalui kurikulum sekolah, perguruan tinggi, dan pelatihan masyarakat agar pemahaman mengenai koperasi tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi juga mencakup nilai-nilai demokrasi ekonomi.

Kedua, transformasi digital harus dipercepat dengan menyediakan dukungan teknologi, pelatihan, dan pendampingan bagi koperasi di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil.

Ketiga, pengawasan terhadap koperasi harus diperkuat agar tidak ada lagi penyalahgunaan badan hukum koperasi untuk kegiatan yang merugikan masyarakat. Penegakan hukum yang tegas akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap gerakan koperasi.

Keempat, kolaborasi antara koperasi, UMKM, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah perlu diperluas agar koperasi menjadi bagian dari rantai pasok nasional maupun global.

Kelima, generasi muda harus diberi ruang yang lebih besar untuk terlibat dalam kepengurusan koperasi melalui pendekatan yang kreatif, inovatif, dan berbasis teknologi digital.

Editorial Supersemar News: Menghidupkan Kembali Semangat Bung Hatta

Sejarah telah membuktikan bahwa koperasi lahir bukan dari kemewahan, melainkan dari penderitaan rakyat. Dari Purwokerto pada tahun 1896 hingga Kongres Koperasi Indonesia di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947, koperasi tumbuh sebagai gerakan yang memperjuangkan akses ekonomi yang adil bagi seluruh masyarakat.

Hari ini, tantangan yang dihadapi memang berbeda. Persaingan global, digitalisasi, kecerdasan buatan, dan perubahan pola konsumsi masyarakat menuntut koperasi untuk terus beradaptasi. Namun, nilai dasar koperasi tidak boleh berubah.

Koperasi harus tetap menjadi rumah bersama bagi masyarakat yang ingin membangun kesejahteraan melalui semangat gotong royong, kejujuran, dan tanggung jawab.

Redaksi Supersemar News meyakini bahwa cita-cita Bung Hatta masih sangat relevan. Indonesia tidak hanya membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga pertumbuhan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.

Koperasi adalah salah satu jalan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Peringatan Hari Koperasi Indonesia ke-79 pada 12 Juli 2026 hendaknya menjadi momentum kebangkitan baru. Bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk mengembalikan koperasi sebagai kekuatan utama ekonomi rakyat.

Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah bangsa bukan hanya seberapa besar kekayaan yang dimiliki, melainkan seberapa luas kesejahteraan itu dapat dirasakan oleh seluruh rakyatnya.

Dirgahayu Koperasi Indonesia ke-79.

“Maju Koperasinya, Sejahtera Anggotanya, Kuat Ekonominya, Berdaulat Bangsanya.” ***(SB)

SupersemarNewsTeam

Sumber : Redaksi Supersemar News | Analisis Redaksi Supersemar News | Pendapat Pendiri Supersemar News Yusuf, S.H. | Pandangan Dewan Penasehat Supersemar News Jhansen Mangiring Marpaung, S.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *