Kapal Global Sumud Flotilla dengan bendera Palestina terus berlayar menuju Gaza, menembus blokade Israel demi mengirimkan bantuan kemanusiaan.

SUPERSEMAR NEWS – Timur Tengah – Hampir seluruh kapal Global Sumud Flotilla (GSF) berhasil dicegat oleh militer Israel. Namun, satu kapal bernama Marinette masih terlacak berlayar menuju Jalur Gaza meski menghadapi blokade ketat.

Marinette Masih Bertahan di Laut

Berdasarkan data pelacak, Marinette terakhir terdeteksi di perairan internasional sekitar 100 kilometer dari teritorial Gaza. Kapal itu bergerak dengan kecepatan 2,16 knot atau setara 4 km/jam.

Sebelumnya, kapten kapal sempat melaporkan masalah mesin, tetapi kini sudah teratasi. Menurut pernyataan GSF, Marinette tetap terhubung melalui jaringan Starlink dan menolak untuk kembali.

“Gaza tidak sendirian. Palestina tidak dilupakan. Kami tidak akan ke mana-mana,” tegas GSF dalam pernyataannya.

Penangkapan Ratusan Aktivis

Pada 1 Oktober, angkatan laut Israel membajak puluhan kapal flotilla lain yang mendekat ke Gaza. Lebih dari 400 aktivis, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg, ditangkap dan dibawa ke Israel.

Satu kapal lain, Mikeno (Al Bireh), sempat terdeteksi hanya puluhan kilometer dari pantai Gaza. Namun, sejak Kamis lalu, kapal itu tak lagi bergerak. GSF menduga Mikeno ikut dicegat pasukan Israel.

Misi Kemanusiaan Global

Global Sumud Flotilla merupakan gerakan internasional yang sejak 31 Agustus melibatkan 40 kapal sipil. Mereka membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang hidup di bawah blokade Israel.

Dalam rombongan ini terdapat jurnalis, tenaga kesehatan, hingga aktivis dari berbagai negara. Pelayaran mereka beberapa kali mendapat serangan, termasuk saat berlayar di perairan Yunani dan ketika singgah di Tunisia.

Dukungan Internasional

Meski sebagian besar kapal sudah dicegat, Marinette terus berlayar. Flotilla ini menunjukkan bahwa dukungan dunia untuk Palestina tetap kuat.

Aksi ini juga menegaskan solidaritas global terhadap penderitaan rakyat Gaza yang hingga kini masih menghadapi blokade dan agresi militer Israel.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana