KOTIM , Supersemar news – Warga Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mendesak pemerintah daerah dan PT PLN (Persero) segera mengambil langkah konkret terkait jaringan listrik di jalan poros desa yang hingga kini masih menggunakan tiang kayu seadanya.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan warga desa di RT 18 RW 005
,terutama saat musim hujan dan angin kencang.

Sedikitnya terdapat 15 tiang kayu yang menopang kabel listrik bertegangan tinggi sejak pertama pemasangan listrik pada 2016, awalnya tanpa tiang sama sekali. Karena kondisi dinilai sangat berbahaya, warga akhirnya berinisiatif melakukan swadaya membuat tiang dari kayu seadanya.

Namun, tiang kayu semakin rapuh dimakan usia dan cuaca. Warga pun khawatir risiko semakin besar.

“Sudah cukup lama kabel-kabel ini bergantung di tiang kayu. Kami khawatir bisa terjadi korsleting atau tiang roboh saat hujan deras dan angin kencang,” ujar seorang warga RT 18 RW 005 yang enggan disebutkan namanya, Minggu (7/12/2025).

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Ketua RT bersama warga sempat mengajukan proposal penggantian tiang kayu ke kepala desa agar diganti dengan tiang listrik standar. Namun, menurut warga, proses tersebut berjalan lamban dan tidak kunjung membuahkan hasil.

Warga RT 18 RW 005 tersebut,
kemudian kembali bersepakat untuk melakukan swadaya penggantian tiang dengan tiang beton yang lebih layak, dan menyampaikan rencana tersebut kepada kepala desa. Namun, rencana itu justru tidak di setujui kades.

“Kades menyarankan agar warga tidak perlu swadaya. Katanya akan diajukan lewat dana desa dan dilaporkan ke PLN,” ungkap warga.

Namun hingga bertahun-tahun berlalu, realisasi penggantian tiang belum juga terjadi. Warga mengaku bingung setelah mencoba menanyakan langsung ke pihak PLN.

“Kami sempat datangi petugas PLN, tapi mereka bilang tidak tahu ada pengajuan dari desa soal pergantian tiang. Sementara dari desa disebutkan sudah diajukan. Kami jadi bingung mana yang benar,” katanya.

Persoalan tersebut juga sudah pernah disampaikan warga dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, warga kembali diminta untuk bersabar.

“Kami sudah sampaikan di Musrenbang, tapi tetap diminta menunggu. Padahal sudah beberapa kali ganti camat, masalah ini belum juga selesai,” ujar warga dengan nada kecewa.

Padahal menurut penuturan warga lainya, di lokasi tersebut ada sekitar 40 kepala rumah tangga, bahkan ini jalan akses masyarakat .

Warga menilai kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan warga.

“Apa harus menunggu ada korban dulu baru tiang PLN dibangunkan? Kami ini pelanggan resmi PLN, seharusnya mendapat pelayanan yang layak dan aman,” tegasnya.

Sementara itu , kepala desa Tanjung Harapan belum memberikan tanggapan setelah beberapa kali dimintai keterangan oleh wartawan supersemar news melalui pesan singkat, pada selasa ( 9/12)

Hingga kini, warga RT 18 RW 005 masih menunggu kepastian dari pihak terkait. Mereka berharap PLN dan pemerintah daerah segera turun tangan mengganti tiang kayu dengan tiang listrik standar PLN demi mencegah potensi kecelakaan listrik di kemudian hari.

( Red )