
Jakarta, SUPERSEMAR NEWS — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, setelah keduanya saling beradu argumen pasca pemilu. Dalam wawancara eksklusif dengan Fox News, Trump menilai pidato kemenangan Mamdani “terlalu marah” dan “sangat berbahaya.”
Trump: Mamdani Harus Belajar Menghormati Washington
Trump mengatakan Mamdani memulai masa jabatannya “dengan langkah yang buruk.” Ia menegaskan, keberhasilan wali kota muda itu akan sangat tergantung pada hubungan baik dengan pemerintah federal di Washington DC.
“Saya pikir pidatonya sangat marah, tentu saja marah kepada saya. Ia harus bersikap lebih baik. Saya orang yang harus menyetujui banyak hal untuknya, jadi ia harus belajar menghormati Washington,” kata Trump, Jumat (7/11/2025).
Meski begitu, Trump menambahkan bahwa dirinya ingin kota itu tetap berhasil.
“Saya ingin melihat Wali Kota baru ini berhasil, karena saya mencintai New York. Tapi kita lihat saja nanti apa yang terjadi.”
Mamdani Balas dengan Sindiran Politik Tajam
Wali Kota terpilih Zohran Mamdani, seorang politisi Partai Demokrat berusia 34 tahun, tidak tinggal diam. Dalam konferensi pers yang dikutip CNN, ia menuding kebijakan Trump bertolak belakang dengan janji kampanyenya sendiri.
“Ini presiden yang berjanji menurunkan harga bahan makanan, tapi justru memotong tunjangan SNAP bagi hampir 2 juta warga New York,” kata Mamdani.
Ia menegaskan, sekadar mendiagnosis krisis kelas pekerja tidak cukup tanpa tindakan nyata.
“Seseorang yang membuat warga sulit membeli bahan makanan sama dengan yang dulu ia kecam. Kami akan benar-benar mewujudkan agenda perubahan itu,” ujarnya.
Dalam pidato kemenangannya di Brooklyn, Mamdani bahkan menyampaikan pesan langsung kepada Trump:
“Dengarkan saya, Presiden Trump, untuk mendapatkan salah satu dari kami, Anda harus melewati kami semua.”
Kemenangan Bersejarah di New York
Mamdani berhasil mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo (kandidat independen) dan Curtis Sliwa (Partai Republik) dalam pemilihan wali kota pada Selasa (4/11/2025).
Ia mencatat sejarah sebagai Wali Kota Muslim pertama di New York. Mengusung platform progresif, Mamdani menjanjikan:
- transportasi bus gratis,
- penitipan anak universal,
- toko swalayan milik pemerintah,
- perumahan dengan harga sewa stabil, dan
- kenaikan upah minimum.
Kemenangannya dianggap sebagai kemenangan ideologi sosial demokrat di tengah dominasi politik tradisional kota tersebut.
Taruhan Dana Federal dan Dampak Politik Nasional
Konflik antara Trump dan Mamdani bukan sekadar perang kata. New York City menerima lebih dari US $7,4 miliar dana federal setiap tahun. Banyak analis memperkirakan Trump dapat menggunakan ancamannya untuk menahan sebagian dana tersebut, menekan agenda progresif Mamdani.
Namun Mamdani menyatakan ia tidak gentar.
“Ancaman bukan hukum. Kami akan terus berjalan,” tegasnya.
Ketegangan ini juga mencerminkan pertarungan klasik antara pemerintah pusat dan daerah di AS — terutama dalam isu subsidi sosial dan distribusi dana publik.
Dampak bagi Politik Nasional dan Global
Pertarungan verbal ini mencerminkan polarisasi politik AS yang kian tajam menjelang Pemilu Presiden 2028. Banyak pengamat menyebut bahwa sikap Trump terhadap Mamdani adalah cerminan bagaimana Gedung Putih memperlakukan kota-kota progresif lainnya.
Dari sisi global, langkah Mamdani menarik perhatian internasional, termasuk dari media-media besar seperti Associated Press dan The Guardian, karena dianggap sebagai simbol kebangkitan politik multikultural di Amerika Serikat.
Kesimpulan
Ketegangan antara Donald Trump dan Zohran Mamdani bukan sekadar benturan pribadi, tetapi simbol pertarungan ideologi antara konservatisme federal dan progresivisme kota besar. Bagaimana Trump akan “mengajar” wali kota muda ini, dan sejauh mana Mamdani mampu menavigasi tekanan pusat, akan menjadi ujian pertama kepemimpinannya — sekaligus cermin masa depan politik AS.
SupersemarNewsTeam
