
JAKARTA, Supersemar News – Sebanyak 1.400 prajurit TNI AD tanpa kualifikasi komando akan bertugas di Kopassus. Hal ini dipastikan Panglima Kopassus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi saat acara syukuran HUT ke-74 Kopassus beberapa waktu lalu di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.
Dilansir dari keterangan Penkopassus, Senin (27/4), penugasan 1.400 prajuritnya ini bagian dari validasi organisasi. Nantinya para prajurit ini tidak perlu melaksanakan pelatihan komando sebagaimana yang dilakukan prajurit Kopassus pada umumnya yaitu selama tujuh bulan.
Lebih lanjut Djon mengatakan walaupun tak mengikuti pelatihan atau tak menggunakan baret komando, para prajurit ini akan mendapatkan pin yang disematkan di seragam sebagai kebanggaan bertugas di Kopassus.
“Kita memikirkan agar kebanggaan itu tetap perlu diperhatikan sehingga ikatan emosional teman-teman rekan perwira yang pernah bertugas di Kopassus tetap terjalin dan tetap terjaga selamanya. Kita membuat pin khusus buat rekan-rekan yang kebetulan tidak berkualifikasi komando namun bertugas di Kopassus untuk menggunakan pin tersebut secara sah,” kata Djon.
Untuk diketahui, validasi organisasi di Kopassus ditetapkan pada 10 Agustus 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Validasi ini memastikan pasukan elite TNI AD ini resmi mekar dari tiga menjadi enam grup untuk memperkuat kemampuan tempur, respons cepat, dan profesionalisme. Perubahan ini berdasar Perpres Nomor 84 Tahun 2025, di mana pimpinan grup kini dijabat perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal. (rr)
(Dasen CM)
