
Saya akan berkantor di Bogor untuk memahami langsung berbagai masalah wilayah. Penting juga bagi kita melestarikan sejarah setiap bangunan heritage, seperti Mapolresta Bogor Kota ini,” ujar Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, saat berdialog dengan Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Eko Prasetyo, di Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Untuk memantau kondisi wilayah dan memperkuat koordinasi, Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, mengunjungi Mapolresta Bogor Kota. Kedatangannya disambut oleh Kapolresta Bogor Kota Kombespol Eko Prasetyo.
Saat tiba di Mapolresta Bogor Kota yang terletak di Jalan Kapten Muslihat, Dedi Mulyadi terkesan dengan arsitektur bangunan yang bersejarah. “Gedungnya seperti gedung lama,” ungkapnya. Kombespol Eko menjelaskan bahwa bangunan tersebut merupakan heritage, dahulu digunakan sebagai kantor Kapolwil dan sebelumnya oleh Belanda.
Dedi menekankan pentingnya mencatat sejarah lengkap setiap bangunan bersejarah. Kepada Kombespol Eko, ia juga mengungkapkan rencana untuk berkantor di Karesidenan Jalan Ir. H. Juanda setelah dilantik pada 6 Februari 2025. “Saya akan berkantor di sini agar lebih memahami berbagai masalah wilayah,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rencana ini, Dedi sedang merumuskan nama untuk kantor tersebut. Ia menyebut beberapa ide, seperti “Kantor Gubernur Wilayah Priangan Timur”, “Kantor Gubernur Wilayah Kacirebonan”, hingga “Kantor Gubernur Purwasukasih” untuk wilayah Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Untuk Bogor, ia masih mencari nama yang sesuai, mengingat wilayah ini juga mencakup Cianjur dan Sukabumi.
Kota Bogor memiliki sekitar 680 bangunan kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh. Dahulu, Buitenzorg – nama lama Bogor – dikenal sebagai area peristirahatan para petinggi kolonial karena udaranya yang sejuk. Salah satu bangunan bersejarah adalah Mapolresta Bogor Kota, yang dulunya merupakan Hotel du Chemin Fer milik The Netherlandsch-Indische Escompto Maatschapppij, bank dagang Belanda.
Hotel du Chemin Fer merupakan satu dari tiga hotel era kolonial di Bogor. Lokasinya strategis, berhadapan langsung dengan Stasiun Bogor dan berdekatan dengan Taman Wilhelmina, kini Alun-Alun Kota Bogor. Dari sini, wisatawan Eropa dahulu menikmati pemandangan indah pepohonan di Stationweg, sekarang Jalan Nyi Raja Permas.
SupersemarNewsTeam
Reporter: R/SanggaBuana
