
Pulau Jawa,Supersemar News-
Potensi akan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 8,8 skala Richter yang diikuti dengan tsunami setinggi 20 meter menjadi pemberitaan hangat di berbagai media massa, baik cetak, elektronik, online, maupun media sosial akhir-akhir ini. Bahkan, seperti diberitakan potensi ancaman sangat luas dari kawasan Cilacap ke timur hingga Yogyakarta dan Jawa Timur.
Wajar jika masyarakat resah terhadap ancaman bencana alam tersebut. Merespon keresahan masyarakat, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sesuai dengan fungsinya sebagai lembaga yang bertugas menyampaikan informasi dan peringatan dini kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena faktor meteorologi, klimatologi, dan geofisika, menyampaikan press release resmi.,
Press release dengan nomor GF.00.02/004/DG/VII/2019 ditandatangani oleh Dr. Ir. Muhammad Sadly, M.Eng Deputi Bidang Geofisika diterbitkan tanggal 21/07/2019. Press release diunggah melalui akun twitter BMKG @infoBMKG 13 jam yang lalu. Dalam keterangannya, BMKG menyampaikan bahwa Indonesia sebagai wilayah yang aktif gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dan dalam berbagai kekuatan. Berdasarkan kajian para ahli bahwa Zona Megathrust Selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan Magnitudo Maksimum M 8,8. Namun, sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, dimana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan prediksi gempa bumi.
BMKG pun menyampaikan himbauan untuk melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural dengan membangun bangunan aman gempa, melakukan penataan tata ruang pantai yang aman tsunami, serta membangun kapasitas masyarakat terkait upaya penyelamatan saat terjadi gempa bumi dan tsunami.
Menanggapi berbagai isu yang beredar, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu tersebut.
Sumber ; kulonprogo go.id
Editor//Jokosw
