Jamu bermanfaat sebagai penyeimbang sistem tubuh

- Jurnalis

Minggu, 25 Mei 2025 - 21:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania menegaskan pentingnya memahami konsep jamu sebagai penyeimbang sistem tubuh, khususnya sistem pencernaan.

“Jamu itu konsepnya balance and harmony. Ia membantu menyeimbangkan sistem tubuh dan menciptakan harmoni dengan lingkungan sekitar,” ujar Inggrid dalam acara Peringatan Hari Jamu Nasional secara daring, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa jamu bukan sekadar ramuan, melainkan filosofi nenek moyang yang mengedepankan keseimbangan dan harmoni antara tubuh manusia dan alam.

Inggrid menyebut, beberapa jenis jamu gendong tradisional Indonesia seperti kunyit asam, beras kencur, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, sinom dan lain-lain memiliki manfaat signifikan bagi sistem pencernaan.

Kunyit asam misalnya, bermanfaat membantu mengatasi keluhan saat menjelang menstruasi, sementara sinom efektif meningkatkan fungsi pencernaan secara keseluruhan.

Kemudian, jamu pahitan dinilai mampu meredakan gejala seperti perut begah dan kurang nafsu makan.

Selain tanaman obat, Inggrid juga menyoroti madu sebagai bahan alami berbasis hewani yang sangat bermanfaat bagi pencernaan.

Ia mengungkapkan, madu memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan viskositas tinggi yang dapat melindungi mukosa lambung dan saluran cerna.

“Madu sangat efektif bagi penderita gastritis, GERD, hingga tukak lambung,” jelasnya.

Ia juga merekomendasikan kombinasi madu dan kunyit sebagai solusi pencernaan alami yang berbasis bukti ilmiah kuat.

Senyawa Kurkuminoid dalam kunyit terbukti membantu meredakan peradangan, memperbaiki sistem pencernaan, dan cocok untuk dikonsumsi berbagai tipe tubuh.

Ia menambahkan, apabila jamu diolah secara modern dan memiliki izin edar maka manfaatnya akan semakin luas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Jamu termasuk herbal yang diteliti di banyak negara. Jadi evidence-nya itu pembuktiannya sudah kuat banget,” katanya.

Baca juga: Sederet manfaat jamu beras kencur untuk kesehatan

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (Deputi II) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Mohamad Kashuri menekankan pentingnya mengangkat jamu dari sekadar objek penelitian menjadi produk yang bermanfaat dan berdaya saing tinggi.

Kashuri menyatakan bahwa jamu adalah representasi kearifan lokal yang memiliki bukti empiris kuat dan ditopang oleh kajian ilmiah yang terus berkembang.

“Jamu tidak sekadar ramuan, tetapi juga cerminan budaya yang diwariskan turun-temurun. Kini, semakin banyak jurnal ilmiah dan seminar yang membahasnya sebagai potensi besar obat tradisional,” kata Mohamad Kashuri.

Baca juga: 5 jamu tradisional dan manfaatnya untuk kesehatan

(Antara- SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara
Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi
Kabut Asap HSU: APINDO Bagikan 1.000 Masker Gratis ke Siswa!
Anniversary ke-33 KGB Dorong Budaya Sepeda Sehat di Jakarta 2026
Bareskrim Bongkar Bahaya Whip Pink, Pengguna Alami Lumpuh
Lukisan Gua Muna Pecahkan Rekor Dunia, Tertua di Bumi
Manfaat Kikil Kaya Kolagen Menurut Pakar IPB, Ini Batas Aman Konsumsinya
Resep Es Teler Sehat Tanpa Santan dan Gula, Takjil Favorit Ramadhan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:29 WIB

Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara

Jumat, 11 September 2026 - 17:26 WIB

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Kabut Asap HSU: APINDO Bagikan 1.000 Masker Gratis ke Siswa!

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Anniversary ke-33 KGB Dorong Budaya Sepeda Sehat di Jakarta 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:06 WIB

Bareskrim Bongkar Bahaya Whip Pink, Pengguna Alami Lumpuh

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB