Kikil Kaya Kolagen, Pakar IPB Ungkap Manfaat dan Batas Aman Konsumsinya

SUPERSEMAR NEWS – Kikil atau tunjang selama ini dikenal sebagai salah satu bagian dari sapi yang memiliki tekstur kenyal dan rasa gurih khas. Makanan ini kerap diolah menjadi berbagai hidangan populer seperti soto kikil, gulai kikil, bakso kikil, hingga sup kaki sapi.

Namun di balik cita rasanya yang khas, kikil ternyata menyimpan kandungan gizi yang cukup tinggi, terutama kolagen dan protein. Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi kikil tetap harus dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.

Pakar gizi hasil ternak dan teknologi pangan dari Fakultas Peternakan IPB University, Dr Astari Apriantini, menjelaskan bahwa kikil merupakan jaringan ikat hewan yang mengandung kolagen dalam jumlah cukup tinggi.

Menurutnya, masyarakat sering menganggap kikil sekadar makanan bertekstur kenyal. Padahal secara ilmiah, bagian ini memiliki komposisi nutrisi yang unik dan berbeda dibandingkan bagian daging sapi lainnya.

Kikil memiliki rasa gurih dan kandungan gizi yang cukup tinggi, terutama protein yang sebagian besar berbentuk kolagen,” jelas Dr Astari.

Kikil Mengandung Kolagen Tinggi

Secara biologis, kikil merupakan bagian jaringan ikat yang berada di sekitar tulang dan persendian hewan. Struktur ini terdiri dari tulang rawan yang membungkus tulang atau jari kaki sapi.

Dalam dunia ilmu pangan, jaringan tersebut dikenal sebagai sumber kolagen alami yang cukup melimpah.

Dr Astari menjelaskan bahwa sekitar 30 persen kandungan kikil terdiri dari kolagen, terutama pada hewan mamalia seperti sapi, kambing, dan kerbau.

Kolagen sendiri merupakan protein struktural penting yang banyak ditemukan pada jaringan tubuh seperti kulit, tulang, tendon, dan ligamen.

Selain itu, kolagen juga menjadi salah satu komponen utama yang menjaga elastisitas jaringan tubuh.

Karena itu, makanan yang mengandung kolagen sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, terutama untuk kulit dan sendi.

Kandungan Gizi Kikil yang Perlu Diketahui

Berdasarkan penelitian yang dikaji oleh para ahli gizi, dalam 100 gram kikil sapi terkandung sejumlah nutrisi penting.

Komposisi tersebut antara lain:

  • Protein sekitar 96 persen
  • Lemak sekitar 4 persen
  • Tidak mengandung karbohidrat

Sementara itu, dari sisi energi, kikil juga memiliki jumlah kalori yang relatif lebih rendah dibandingkan daging sapi.

Dr Astari menjelaskan bahwa 100 gram kikil mengandung sekitar 146 kalori, sedangkan daging sapi umumnya memiliki kalori sekitar 174 hingga 273 kalori tergantung jenis potongannya.

Perbedaan ini terjadi karena struktur kikil lebih banyak terdiri dari air dan kolagen dibandingkan jaringan otot seperti pada daging sapi.

“Komposisi kikil lebih didominasi oleh kolagen dan air, sehingga kalorinya relatif lebih rendah dibandingkan daging sapi,” ujarnya.

Mineral Penting dalam Kikil

Selain kolagen dan protein, kikil juga mengandung sejumlah mineral penting yang dibutuhkan tubuh.

Beberapa mineral yang ditemukan dalam kikil antara lain:

1. Selenium

Mineral ini berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

2. Zat Besi

Zat besi membantu pembentukan hemoglobin dalam darah dan berperan dalam mencegah anemia.

3. Kalium

Kalium berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh serta membantu kerja saraf dan kontraksi otot.

4. Kalsium

Kalsium sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi serta mendukung fungsi sistem saraf.

Dr Astari menegaskan bahwa keberadaan mineral tersebut menjadikan kikil sebagai salah satu sumber nutrisi yang cukup bernilai jika dikonsumsi secara wajar.

Bagaimana Tubuh Menyerap Kolagen?

Meski kaya kolagen, tubuh manusia sebenarnya tidak dapat menyerap kolagen secara langsung dalam bentuk utuh.

Dr Astari menjelaskan bahwa kolagen dari makanan harus terlebih dahulu dipecah oleh sistem pencernaan.

Proses tersebut menghasilkan peptida kolagen, yaitu potongan kecil protein yang kemudian dapat diserap oleh usus.

Setelah diserap, peptida ini digunakan tubuh sebagai bahan baku pembentukan berbagai jaringan protein.

“Peptida hasil pemecahan kolagen akan dimanfaatkan tubuh untuk membantu pembentukan jaringan seperti kulit, rambut, dan kuku,” jelasnya.

Dengan kata lain, konsumsi makanan yang mengandung kolagen dapat membantu menyediakan bahan baku bagi tubuh untuk memperbaiki dan membentuk jaringan baru.

Manfaat Kolagen bagi Kesehatan

Kolagen dikenal sebagai salah satu protein paling penting dalam tubuh manusia.

Protein ini menyusun sekitar 30 persen dari total protein dalam tubuh.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kolagen memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain:

Menjaga Elastisitas Kulit

Kolagen membantu menjaga struktur kulit tetap kuat dan elastis. Kekurangan kolagen sering dikaitkan dengan munculnya keriput dan penuaan kulit.

Mendukung Kesehatan Sendi

Kolagen berperan dalam menjaga kekuatan tulang rawan pada sendi sehingga dapat membantu mengurangi risiko nyeri sendi.

Memperkuat Tulang

Protein kolagen juga menjadi komponen penting dalam struktur tulang.

Menjaga Kesehatan Rambut dan Kuku

Kolagen menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan rambut dan kuku.

Membantu Penyembuhan Luka

Kolagen berperan dalam proses regenerasi jaringan sehingga membantu mempercepat penyembuhan luka.

Risiko Konsumsi Kikil Berlebihan

Meski memiliki sejumlah manfaat, para ahli tetap mengingatkan bahwa kikil tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.

Dr Astari menjelaskan bahwa kikil mengandung purin yang dapat diolah tubuh menjadi asam urat.

Selain itu, kikil juga mengandung kolesterol sekitar 79 mg per 100 gram.

Jumlah tersebut memang sedikit lebih rendah dibandingkan beberapa potongan daging sapi yang berkisar 65 hingga 90 mg, namun tetap perlu diperhatikan.

Jika dikonsumsi berlebihan, kandungan purin tersebut berpotensi meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada orang yang memiliki riwayat penyakit metabolik.

Karena itu, kelompok tertentu disarankan lebih berhati-hati dalam mengonsumsi kikil.

Mereka antara lain:

  • penderita asam urat
  • penderita kolesterol tinggi
  • penderita penyakit metabolik
  • orang dengan risiko penyakit jantung

“Kikil mengandung purin dan kolesterol dalam jumlah sedang, sehingga konsumsinya tetap harus dibatasi,” kata Dr Astari.

Batas Aman Konsumsi Kikil

Agar tetap mendapatkan manfaat tanpa meningkatkan risiko kesehatan, para ahli merekomendasikan porsi konsumsi yang wajar.

Dr Astari menyarankan satu porsi kikil sekitar 75 gram dalam sekali makan.

Jumlah tersebut dinilai masih aman bagi orang dewasa yang tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Namun selain porsi, cara pengolahan juga menjadi faktor penting yang menentukan nilai kesehatan makanan tersebut.

Cara Mengolah Kikil agar Lebih Sehat

Menurut Dr Astari, metode memasak dapat memengaruhi kandungan lemak dan kalori dalam hidangan kikil.

Pengolahan dengan santan atau minyak berlebih dapat meningkatkan jumlah kalori dan lemak secara signifikan.

Karena itu, ia menyarankan beberapa metode memasak yang lebih sehat, seperti:

  • direbus menjadi sup kikil
  • dijadikan soto kikil
  • dicampurkan dalam bakso tanpa lemak tambahan

Sebaliknya, pengolahan dengan santan pekat atau digoreng sebaiknya dibatasi.

Dengan metode memasak yang lebih sehat, kikil tetap dapat dinikmati tanpa meningkatkan risiko kesehatan secara signifikan.

Konsumsi Seimbang Tetap Kunci Utama

Pada akhirnya, para ahli gizi menegaskan bahwa tidak ada makanan yang sepenuhnya buruk selama dikonsumsi secara seimbang.

Hal yang paling penting adalah menjaga pola makan yang bervariasi dan bergizi seimbang.

Kikil dapat menjadi salah satu sumber protein dan kolagen alami jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan porsi serta cara pengolahannya.

Dengan pendekatan tersebut, manfaat nutrisi kikil dapat diperoleh tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Dr Astari menegaskan bahwa konsumsi makanan sebaiknya selalu mempertimbangkan kondisi kesehatan individu.

“Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil dan diolah dengan cara yang sehat, kikil masih aman untuk dinikmati sesekali,” tutupnya.***(SB)

SupersemarNewsTeam