Samarinda,Supersemar news – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda Kota Samarinda sejak Selasa pagi (27/5/2025) pukul 04.40 WITA hingga 17.30 WITA, menyebabkan genangan banjir, pohon tumbang, dan longsor di berbagai titik.

Laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat dampak yang cukup luas terhadap fasilitas umum maupun permukiman warga.

Puluhan Titik Terendam Banjir
Genangan air setinggi 10 hingga 60 cm dilaporkan terjadi di setidaknya 17 titik jalan di Kota Samarinda, di antaranya:

  • Jl. Anggrek Perum Talangsari
  • Jl. Pangeran Suryanata (termasuk simpang 4 dan gang Tina)
  • Simpang Gunung Kapur
  • Jl. Antasari
  • Jl. Pelita
  • Simpang 4 Sempaja
  • Poros Samarinda-Tenggarong RT 16 Kel. Bukit Pinang

Dan titik lainnya di kawasan Air Putih, Mugirejo, serta Rapak Binuang.

Fasilitas Umum Terdampak
Beberapa sekolah dan fasilitas publik juga terdampak banjir, antara lain:

-SMP Negeri 13 Samarinda
-SMP Negeri 6 Samarinda

-SDN 05, 011, 014, dan 019 Kecamatan Palaran
-SD Normal Islam
-Rumah Sakit Perkesit

Pohon Tumbang Hambat Akses Jalan
Tiga laporan pohon tumbang masuk ke BPBD, masing-masing di:

-Jl. Lambung Mangkurat
-Jl. Bengkinang RT 41 samping Masjid Al Ma’ruf
-Jl. Pelita

Petugas BPBD telah melakukan penanganan di lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada korban jiwa dan memulihkan akses jalan yang terhambat.

Longsor Terjadi di Lebih dari 40 Titik
Musibah tanah longsor dilaporkan di sedikitnya 44 titik tersebar di berbagai kecamatan. Titik longsor meliputi:

-Jl. Gerilya, Giri Makmur, Lily 2, Batu Cermin, Proklamasi Blok O

-Perum Korem Lempake, Jl. Anjasmoro, AWS Syahrani

-Perumahan Paris, Jl. Jelawat, Jl. Sentosa, Jl. Merdeka

-Dan sejumlah gang di wilayah Lempake, Sungai Pinang, Sidodadi, Sambutan, dan Mangkupalas

Beberapa laporan disertai titik koordinat dan nomor pelapor guna mempermudah proses evakuasi dan pemantauan oleh tim tanggap darurat.

BPBD Imbau Warga Waspada
Kepala BPBD Kota Samarinda mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif. Warga diminta segera melapor jika terjadi genangan, pohon tumbang, atau pergerakan tanah di wilayahnya.

“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Koordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, serta relawan berjalan aktif untuk merespons cepat laporan masyarakat,” ujar pihak BPBD dalam rilis resmi.

(Rahayu)