Kandungan garam dalam masakan rumah tangga lebih sedikit dari olahan

- Jurnalis

Selasa, 10 Juni 2025 - 21:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Konsultan Nutrisi Metabolik Anak FKUI-RSCM dr. Yoga Devaera, Sp.A (K) menyatakan bahwa kandungan garam yang ada di dalam masakan rumah tangga atau makanan sehari-hari lebih sedikit daripada makanan olahan (processed food).

“Kalau kita masak sendiri, masak sayur sop misalnya, itu kandungan garamnya jauh berbeda dibandingkan dengan yang menggunakan bumbu instan, rasanya sangat jauh berbeda,” kata Yoga dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Yoga menekankan setiap orang terlahir dengan insting menyukai rasa gurih karena adanya kesadaran membutuhkan natrium yang biasanya terkandung dalam makanan.

Baca juga: USDA perbarui makanan sekolah guna batasi asupan gula anak

Namun dalam pemberiannya pada anak-anak, takarannya perlu diatur secara tepat. Pada makanan yang dimasak di rumah, setiap porsinya dapat ditakar sesuai kebutuhan. Hal ini berbeda dengan langsung menggunakan bumbu cepat saji ataupun makanan olahan berupa nugget atau kentang goreng yang sudah dicampur dengan bahan lainnya.

“Tingkat kegurihannya kan beda tapi kita bisa melatih anak kita supaya sukanya kentang yang goreng yang dibuat sendiri saja, tambahkan garam boleh, tapi sewajarnya,” ujar dia.

Ia menyampaikan bahwa pengaturan rasa dimaksudkan agar dapat menggugah selera makan anak untuk sekadar menambah rasa saja.

Sementara terkait dengan penggunaan MSG atau Monosodium Glutamat, ia membenarkan apabila MSG mengandung garam, namun karena rasanya sudah gurih, orang tua dianjurkan untuk mengurangi tambahan garam.

Sedangkan untuk penambahan bumbu aromatik seperti daun jeruk, salam dan serai diperbolehkan.

“Di sisi lain penggunaan kaldu ini punya rasa yang juga gurih ini bisa digunakan tapi ibu-ibu jangan salah juga ada banyak di diiklankan atau dijual, ini kaldu tanpa MSG, bisa untuk bayi tapi kaldu itu kalau diperhatikan dia pasti akan menggunakan garam yang cukup banyak karena kalau enggak ada garamnya, dia enggak bisa gurih jadi lebih berbahaya sebenarnya,” kata dia.

Ia menyampaikan kandungan garam dalam kaldu yang dijual secara komersil dapat lebih tinggi dan dikhawatirkan dapat memicu anak terkena hipertensi, terutama pada anak-anak yang masih mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Baca juga: Bahaya konsumsi garam berlebih menurut pakar gizi

Baca juga: Anggota DPR: Libatkan konselor sebaya edukasi bahaya GGL berlebih

(Antara -SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara
Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi
5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!
Maxim Bagikan 1.000 Masker, Ahmad Sofian Peduli Kabut Asap
Api Berhenti di Batas Sawit, Kebetulan atau Pola?
Ketum HIPMAPI TAUBAT H.M. Gunther Gemparalam bersama jajaran DPP membentuk SATGAS dan sekaligus mengukuhkan Dr. Sumitro Tenggara S. H., Sebagai Dan Satgas Pokja DAS
Emma Rivilla Dan Relawan Gabungan Bersihkan Sampah Usai Lomba Dayung HSU 2026
Kabut Asap HSU: APINDO Bagikan 1.000 Masker Gratis ke Siswa!
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:29 WIB

Graduation BFBL Sidoarjo Batch 13 Angkat Karsa Nusantara

Jumat, 11 September 2026 - 17:26 WIB

Dugaan Keracunan MBG Berulang, Prabowo Didesak Evaluasi

Jumat, 11 September 2026 - 14:09 WIB

5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian!

Jumat, 4 September 2026 - 09:26 WIB

Maxim Bagikan 1.000 Masker, Ahmad Sofian Peduli Kabut Asap

Rabu, 2 September 2026 - 07:29 WIB

Api Berhenti di Batas Sawit, Kebetulan atau Pola?

Berita Terbaru

Berita utama

Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:10 WIB