
Sampit, Supersemar News – Salah satu warga Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang bernama Koeron kaget ketika ingin membayar tagihan Air PDAM.
Karena pembayaran bulan Juni 2025 di anggap tidak masuk akal, dan berbeda jauh dari bulan-bulan sebelumnya.
Koeron menyatakan bahwa tagihan Air PDAM miliknya itu tidak wajar, biasanya hanya 100 ribu hingga maksimal 200 ribu rupiah.
Mengingat Air PDAM yang terpasang adalah jenis Rumah Tangga sehingga pembayaran tagihan pasti lebih murah.
Pada bulan Juni 2025 tiba-tiba pembayaran menjadi 600 ribu lebih, itu yang terjadi dan tidak sesuai dengan penggunaannya.
Selain itu tidak ada informasi yang jelas dari pihak kantor PDAM sampit, terkait peningkatan biaya tagihan.
Ketika dikonfirmasi ke kantor PDAM Sampit yang berada di Jl. Cristopel Mihing pada, Rabu 11 juni 2025 Koeron menanyakan hal itu kepada pihak kantor PDAM Sampit.
Menurut penjelasan salah satu pihak kantor PDAM hal itu sangat wajar dan sesuai dengan data yang ada.
Pihaknya menunjukkan sejumlah data tagihan secara lengkap dan terbuka pada saat di minta keterangan.
“Itu bisa jadi karena mungkin ada kran atau pipa saluran air yang bocor, sehingga itu menyebabkan air keluar dengan sendirinya,” Kata salah satu pegawai PDAM Sampit, pada Rabu (11/6/2025).
“Karena dari hasil tim lapangan yang setiap bulan melakukan foto meteran PDAM memang dinyatakan sesuai dengan data,” Tambahnya.
Namun pihak kantor PDAM tidak bisa menjelaskan secara pasti dan itu di duga hanya penjelasan yang tidak sesuai dengan fakta.
Karena di daerah Baamang Tengah cukup banyak warga yang mengeluhkan, mereka juga mengalami hal yang sama yaitu peningkatan pembayaran tagihan Air PDAM untuk bulan Juni 2025, sangat meningkat dan tidak masuk akal.
Diharapkan pihak kantor PDAM bisa menjelaskan secara jujur sebenarnya apa yang sedang terjadi, yang saat ini mengakibatkan banyak warga yang malas untuk membayar tagihan Air PDAM yang dinilai tidak sesuai.
(Redaksi)
