Erupsi Dukono: 3 Pendaki Tewas, Evakuasi Sulit di Malut Kini

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 04:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara menyemburkan kolom abu vulkanik tinggi ke udara, Jumat (8/5/2026). Aktivitas vulkanik meningkat dan menyebabkan tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia, sementara tim SAR masih berupaya melakukan evakuasi di tengah kondisi berbahaya.

SUPERSEMAR NEWS | BREAKING NEWS

Erupsi Gunung Dukono Telan Korban, Tiga Pendaki Diduga Tewas, Tim SAR Berpacu dengan Ancaman Letusan Susulan

Gunung Dukono yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan kekuatan alam yang tidak bisa ditawar. Pada Jumat pagi, 8 Mei 2026, tepat pukul 07.41 WIT, gunung api aktif tersebut mengalami erupsi eksplosif dengan semburan abu vulkanik mencapai sekitar 10 kilometer ke udara, memicu kepanikan di jalur pendakian dan kawasan sekitar gunung. Laporan awal menyebut sedikitnya tiga pendaki diduga meninggal dunia, sementara proses evakuasi menghadapi tantangan ekstrem akibat aktivitas vulkanik yang belum mereda.

Insiden ini bukan sekadar peristiwa bencana biasa. Tragedi Dukono membuka kembali pertanyaan serius mengenai pengawasan kawasan rawan bencana, kepatuhan pendaki terhadap zona larangan, hingga efektivitas sistem mitigasi di lapangan.

Detik-Detik Erupsi yang Mengguncang Halmahera

Menurut data resmi dari Badan Geologi, erupsi terjadi saat sejumlah pendaki masih berada di jalur menuju puncak. Dalam hitungan menit, langit di atas Halmahera Utara berubah gelap akibat kolom abu pekat yang membumbung tinggi.

Beberapa rekaman warga memperlihatkan kepulan abu raksasa membumbung dari kawah, sementara para pendaki berusaha turun menyelamatkan diri.

Aktivitas vulkanik Dukono sendiri diketahui meningkat sejak akhir Maret 2026. Dalam kurun waktu beberapa pekan, tercatat hampir 200 letusan kecil sebelum akhirnya mencapai puncak aktivitas pada 8 Mei 2026.

Baca Juga :  Kunker ke Barito Utara, Menteri Kehutanan RI Tiba di Palangka Raya

Korban Jiwa dan Operasi Penyelamatan

Informasi yang dihimpun SUPERSEMAR NEWS menyebut korban terdiri dari:

  • Dua warga negara asing asal Singapura
  • Satu warga negara Indonesia asal Jayapura

Hingga berita ini diturunkan, jasad para korban disebut masih berada di area gunung karena tim SAR gabungan belum dapat menjangkau lokasi dengan aman.

Kepala tim penyelamat daerah menyatakan pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan personel.

Sementara itu, sebanyak 17 pendaki lain berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meskipun beberapa di antaranya mengalami luka dan gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Mengapa Pendaki Masih Masuk Zona Bahaya?

Fakta yang paling menyita perhatian publik adalah dugaan bahwa rombongan pendaki tetap memasuki area yang sebenarnya sudah masuk zona pembatasan.

Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah aktif Dukono.

Namun, dugaan pelanggaran terhadap larangan tersebut kini menjadi fokus evaluasi aparat dan otoritas kebencanaan.

Pertanyaannya sederhana namun krusial:

Apakah para pendaki tidak mengetahui risiko?

Atau justru sistem pengawasan kawasan konservasi dan vulkanik masih memiliki celah serius?

Dukono: Gunung yang Tidak Pernah Benar-Benar Tidur

Gunung Dukono bukan gunung api biasa.

Secara geologi, Dukono dikenal sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia. Catatan vulkanologi menunjukkan gunung ini mengalami aktivitas erupsi hampir terus-menerus sejak tahun 1933.

Karakter letusannya didominasi semburan abu, lontaran material pijar, gas vulkanik, dan perubahan arah angin yang sulit diprediksi.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 7 Juta Butir Obat Keras Ilegal, 16 Orang Diamankan

Kondisi inilah yang membuat Dukono memiliki risiko tinggi terhadap wisatawan maupun pendaki yang mengabaikan protokol keselamatan.

Investigasi SUPERSEMAR NEWS: Celah Sistem Mitigasi

Berdasarkan penelusuran redaksi, tragedi ini memperlihatkan setidaknya empat persoalan utama:

1. Pengawasan Jalur Pendakian

Masuknya rombongan pendaki ke zona rawan menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan lapangan.

2. Sosialisasi Risiko

Belum semua wisatawan, terutama wisatawan asing, memahami karakter gunung aktif di Indonesia.

3. Sistem Early Warning

Meski aktivitas meningkat sejak akhir Maret, apakah seluruh peringatan telah sampai ke komunitas pendaki?

4. Koordinasi Antar Lembaga

Penanganan gunung aktif melibatkan banyak institusi: pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, aparat keamanan, dan otoritas geologi.

Koordinasi yang tidak sinkron dapat memperbesar risiko di lapangan.

Dampak Erupsi bagi Warga Sekitar

Selain korban pendaki, erupsi Dukono juga berdampak pada masyarakat sekitar.

Sebaran abu vulkanik berpotensi mengganggu:

  • Aktivitas pertanian
  • Sistem transportasi lokal
  • Kesehatan pernapasan warga
  • Ketersediaan air bersih

BNPB mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan membatasi aktivitas luar ruangan.

Pelajaran Besar dari Tragedi Dukono

Indonesia berada di jalur cincin api dunia atau Ring of Fire. Artinya, aktivitas vulkanik bukan ancaman sesaat, melainkan realitas geografis nasional.

Karena itu, tragedi Dukono seharusnya menjadi momentum evaluasi nasional.

Bencana memang tidak selalu bisa dicegah.

Namun korban jiwa akibat kelalaian, lemahnya pengawasan, atau pengabaian peringatan, seharusnya dapat diminimalkan.

Penutup Redaksi

Gunung Dukono kembali mengingatkan bahwa alam tidak pernah bernegosiasi.

Tiga nyawa yang hilang dalam erupsi ini bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah alarm keras bagi semua pihak—pendaki, operator wisata, pemerintah daerah, dan regulator nasional.

SUPERSEMAR NEWS menegaskan:

Keselamatan harus berada di atas petualangan.

Dan di kawasan gunung api aktif, satu keputusan nekat bisa menjadi keputusan terakhir.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jenazah Serda Heri Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan Berhasil Ditemukan Tim Gabungan
Pencurian Tiga Tabung Gas 3 Kg Viral di Medsos, Polsek Kalideres Bergerak Cepat Amankan Pelaku
Putra Dono Warkop Jadi Ilmuwan Nuklir di Jerman, Ini Faktanya!
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Integritas Polri Diuji
Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, Ajak Anggota Polri Jadikan Tugas sebagai Ladang Ibadah
Cegah Karhutla Sejak Dini, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad Edukasi Siswa SMAN 1 Tewah
Pangdam XXII/TB Terjun Langsung Pimpin Evakuasi Helikopter MI-17V5 di Seruyan
Kodam XXII/TB Terima Tim Pokja Sahli Kasad, Bahas Penguatan Front Perlawanan Rakyat
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:18 WIB

Jenazah Serda Heri Korban Jatuhnya Helikopter di Seruyan Berhasil Ditemukan Tim Gabungan

Jumat, 6 November 2026 - 17:16 WIB

Pencurian Tiga Tabung Gas 3 Kg Viral di Medsos, Polsek Kalideres Bergerak Cepat Amankan Pelaku

Jumat, 6 November 2026 - 16:57 WIB

Putra Dono Warkop Jadi Ilmuwan Nuklir di Jerman, Ini Faktanya!

Jumat, 6 November 2026 - 16:11 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Integritas Polri Diuji

Jumat, 6 November 2026 - 13:32 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya, Ajak Anggota Polri Jadikan Tugas sebagai Ladang Ibadah

Berita Terbaru