Aktivis Bogor Wanti-Wanti Risiko Penulisan Ulang Sejarah RI

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 17:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Aktivis perempuan Kota Bogor, Suparti, yang juga kader PDI Perjuangan, menegaskan pentingnya mengawal penulisan ulang sejarah agar tidak mengaburkan fakta-fakta sejarah bangsa.

SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Rencana Kementerian Kebudayaan menulis ulang sejarah Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 memicu kekhawatiran masyarakat sipil. Salah satunya datang dari aktivis perempuan Kota Bogor, Suparti.

Waspadai Pengaburan Fakta

Suparti meminta publik mengawasi ketat proses ini. Ia menilai, penulisan ulang berisiko menghadirkan tafsir sejarah tunggal. “Jangan sampai mengulangi praktik Orde Baru yang memonopoli narasi, menghapus peran Bung Karno,” katanya, Kamis (19/6/2025).

Baca Juga :  450 Polisi Wanita dari 43 Negara Berkumpul di Bali, RI Jadi Tuan Rumah IAWP 2026

Ia mencontohkan bagaimana Nugroho Notosusanto pernah mengangkat Mohammad Yamin sebagai penggagas Pancasila, mengesampingkan pidato-pidato Soekarno. Padahal, sejumlah sejarawan membantah klaim tersebut.

Minim Partisipasi Publik

Menurut Suparti, penulisan ulang sejarah saat ini tidak transparan. Ia mempertanyakan siapa saja yang dilibatkan dan apakah draft narasi tersedia untuk publik. “Sejarah milik rakyat, bukan segelintir elite politik,” tegas kader PDI Perjuangan ini.

Khawatir Jadi Alat Legitimasi Kekuasaan

Suparti menilai upaya ini rawan menjadi alat legitimasi penguasa. Ia mengingatkan agar sejarah tak dijadikan proyek pencitraan atau menutupi pelanggaran HAM berat di masa lalu.

Baca Juga :  HUT TNI ke-81: Yusuf dan Jhansen Tegaskan TNI Bersama Rakyat

“Kalau tak ada yang salah, mengapa harus ditulis ulang? Untuk siapa sejarah ini? Rakyat atau penguasa?” sindirnya.

Ajak Generasi Muda Mengawal

Suparti mendorong generasi muda aktif mengawasi proses ini. “Sejarah harus jujur, bukan dongeng versi penguasa. Kalau kita diam, sejarah berubah dari cermin menjadi topeng,” pungkasnya.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Kalteng Ajak Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla Bersama Jemat GBI Palangka Raya
TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Kapolda Kalteng Ajak Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla Bersama Jemat GBI Palangka Raya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Berita Terbaru