Situs Makam Raja-Raja Islam di Garisul Jasinga Ungkap Sejarah Islam Abad ke-15

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 16:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Batu nisan khas bergaya Islam dengan ukiran kaligrafi Arab gundul di Situs Makam Raja-Raja Islam Garisul Jasinga memperkuat jejak sejarah abad ke-15.

SUPERSEMAR NEWS – Sebuah situs bersejarah yang terletak di Kampung Garisul, Desa Kolong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, menyimpan jejak kejayaan Islam pada abad ke-15 hingga ke-16 Masehi. Situs ini merupakan kompleks pemakaman kuno seluas kurang lebih 3.000 meter persegi yang menghadap ke arah barat.

Kompleks tersebut diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir para tokoh besar Islam, termasuk para panglima perang dan keturunan bangsawan dari Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Berdasarkan penelitian dan analisis bentuk makam serta ketinggian batu nisan, diketahui bahwa terdapat sembilan makam utama yang diyakini sebagai simbol kepemimpinan dan kebesaran masa lalu.

Salah satu tokoh penting yang dimakamkan di situs ini adalah Syekh Ishak, panglima dari Sultan Hasanudin Banten, beserta para istrinya, termasuk seorang putri raja dari Kerajaan Kediri. Batu nisan yang ada menunjukkan angka tahun 1021-1031 Hijriah, meski belum dapat dipastikan apakah merujuk pada kalender Hijriah, Saka Jawa, atau Saka Hindu.

Baca Juga :  Prabowo Minta Bahlil Siapkan Peta Jalan BBM Campuran Bioetanol 50%

Selain Syekh Ishak, nama-nama lain yang tercatat antara lain Syekh Ariffuddin, beberapa panglima pasukan Sultan Hasanudin, serta dua orang putri dari Kerajaan Demak dan Cirebon. Ciri khas batu nisan pada makam-makam ini adalah keseragaman jenis batu, motif, dan relief kaligrafi Arab gundul yang membentuk simbol segitiga atau kuba — lambang dari makam para prajurit.

Keberadaan situs ini juga terkait erat dengan masa-masa keruntuhan Kerajaan Pajajaran. Pada pertengahan abad ke-16, kekuasaan Pajajaran melemah di bawah pemerintahan Ratu Dewata (1543–1551), yang dikenal zalim dan menyebabkan kekacauan di dalam negeri. Ia kemudian digantikan oleh Prabu Nilahendara (1551–1567), yang dikenal lebih mencintai kesenangan duniawi ketimbang pemerintahan.

Baca Juga :  Kompolnas Awards 2026 Beri Penghargaan Polisi Pelosok dan Peacekeeper

Kerajaan Pajajaran akhirnya berada di bawah kekuasaan Prabu Ramamulya Suryakencana (1567–1579), yang memindahkan pusat pemerintahan ke lereng Gunung Pulasari di daerah Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Namun, masa itu juga menjadi awal kehancuran Pajajaran akibat serangan besar-besaran dari pasukan gabungan Kesultanan Banten dan Cirebon yang dipimpin oleh Sultan Maulana Yusuf, bukan Sultan Hasanudin sebagaimana sering disebut keliru

Pertempuran besar pun terjadi di wilayah Jasinga hingga Pandeglang, yang menyebabkan banyak korban jiwa. Sejarah mencatat, inilah masa-masa penting dalam transisi kekuasaan dari Hindu-Buddha ke Islam di wilayah Jawa Barat.

Situs Makam Garisul kini menjadi bukti bisu kejayaan Islam dan perebutan kekuasaan antara kerajaan-kerajaan besar di masa lampau. Keberadaannya penting untuk terus dijaga dan dikaji lebih lanjut demi melestarikan warisan sejarah bangsa.

SupersemarNewsTeam
Reporter: R/Rifay Marzuki
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru