Polda Banten Periksa Brimob Kasus Kekerasan Wartawan

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 07:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Seorang wartawan menjadi korban pengeroyokan saat liputan pencemaran lingkungan di PT Genesis Regeneration Smelting, Serang.

SUPERSEMAR NEWS – Banten – Polda Banten memeriksa dua anggota Brimob yang diduga melakukan kekerasan terhadap wartawan saat meliput kasus pencemaran lingkungan di PT Genesis Regeneration Smelting (GRS), Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. Insiden terjadi ketika Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kunjungan resmi, Kamis (21/8/2025).

Dua Anggota Brimob Diperiksa

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Didik Hariyanto, menyebut dua anggota Brimob berinisial TG dan TR sudah diperiksa penyidik.
“Pemeriksaan masih berjalan, hasilnya akan kami sampaikan secara resmi setelah proses selesai,” katanya di Kota Serang, Jumat (22/8/2025).

Baca Juga :  20 Perwira Dimutasi ke Itwasum Polri pada Agustus 2026, Ada AKBP hingga Irjen Pol

Ia menegaskan Polda Banten berkomitmen menegakkan hukum secara profesional dan transparan, termasuk kepada anggotanya jika terbukti bersalah.

Polda Banten Minta Publik Tenang

Didik juga meminta masyarakat dan media tidak terprovokasi isu yang belum terverifikasi. “Percayakan proses ini kepada kami. Jika ada pihak yang dirugikan, silakan membuat laporan resmi,” ujarnya.

Kronologi Insiden Kekerasan

Sebelumnya, tim KLHK bersama seorang wartawan menjadi korban pengeroyokan saat berusaha menghentikan operasional PT GRS yang diduga melakukan pencemaran lingkungan.
Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, menjelaskan bahwa pada Februari lalu KLHK sudah memasang police line karena pelanggaran lingkungan, namun tidak digubris perusahaan.

Baca Juga :  KULIAH UMUM PANGKORMAR BEKALI PASIS SESKO TNI JADI PEMIMPIN ADAPTIF HADAPI TANTANGAN STRATEGIS

“Ketika tim kembali untuk melakukan penutupan paksa, terjadi penolakan hingga berujung kekerasan. Ada empat orang humas dari KLHK dan satu rekan media yang diduga dikeroyok oleh petugas keamanan dan karyawan,” jelasnya.

Polisi Kantongi Nama Terduga Pelaku

Condro menegaskan kepolisian sudah mengantongi nama-nama terduga pelaku, termasuk oknum ormas, dan segera melakukan penangkapan.
Motif sementara pengeroyokan diduga untuk menghalangi tim KLHK masuk ke area perusahaan.

SupersemarNewsTeam
Reporter :
R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
PSYCHIC FEVER dan Album DIFFERENT: 10 Lagu, Satu Identitas
KPK Tetapkan Adik Eks Kepala BNPB Tersangka Main Proyek Dana Bencana
Erick Thohir Dorong Car Free Day Hadir di Seluruh Daerah
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem

Berita Terbaru