Dedi Mulyadi Evaluasi MBG Jabar Usai Ratusan Siswa Keracunan

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 14:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

SUPERSEMAR NEWS – BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Barat untuk mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah maraknya kasus keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa di beberapa wilayah Jabar.

Evaluasi Program MBG Jawa Barat

Dedi menegaskan, evaluasi akan dilakukan secara paripurna dan terbuka agar persoalan seperti keracunan siswa tidak terulang. Menurutnya, permasalahan muncul karena jarak waktu antara proses memasak dan distribusi terlalu lama.

“Masaknya malam, didistribusikan, lalu dimakan siang hari. Ini harus jadi bahan evaluasi. Para penyedia MBG harus memperhitungkan jam masak dan jam makan,” tegas Dedi.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Kasus Dolar Singapura Palsu yang Jerat Pengusaha RI

Selain itu, ia juga akan mengundang penyelenggara yang makanannya terbukti menimbulkan keracunan untuk dimintai pertanggungjawaban.

Ratusan Siswa Keracunan MBG di Jabar

Kasus keracunan MBG terdata di dua daerah. Di Kecamatan Kadungora, Garut, tercatat 657 orang mengalami gejala keracunan pada 16 September 2025, dengan 19 siswa harus dirawat. Sementara di Cipongkor, Bandung Barat, lebih dari 300 siswa keracunan setelah menyantap jatah MBG pada 22 September 2025.

Baca Juga :  Tepis Anggapan Bela Prabowo, Rocky Gerung: Gue Bela Pengertian Konstitusi yang Belum Dimengerti Kabinet

Atas kejadian ini, BGN menghentikan sementara Program MBG untuk dievaluasi secara menyeluruh.

Puan Maharani Minta Evaluasi Total

Di sisi lain, Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak evaluasi total terhadap program MBG. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan sejak dari dapur umum hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

“Masalah bisa terjadi di dapurnya atau di sekolah. Evaluasi harus melihat hulunya agar jelas letak persoalannya,” kata Puan.

Komitmen Perbaikan MBG

Baik Pemprov Jawa Barat maupun DPR RI sepakat bahwa evaluasi menyeluruh penting agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan siswa.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru