Utang Macet < Rp1 Juta Dihapus, Akses KPR Kembali Terbuka

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 15:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait terlihat berdiskusi serius membahas rencana pemutihan utang kecil di bawah Rp1 juta agar masyarakat berpenghasilan rendah kembali dapat mengakses KPR subsidi.

Pemerintah Siapkan Pemutihan Utang Kecil di Bawah Rp1 Juta

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA.
Pemerintah berencana memutihkan utang macet warga dengan nilai di bawah Rp1 juta agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Langkah ini sedang dibahas oleh Kementerian Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai solusi untuk mengatasi hambatan administratif dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang selama ini sering menggagalkan pengajuan KPR bersubsidi.

Menkeu Minta BP Tapera Petakan Debitur Tertahan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pihaknya telah meminta BP Tapera mendata calon debitur yang tertahan karena catatan kredit kecil.

“Saya minta BP Tapera mendata calon debitur yang tidak bisa mengajukan KPR akibat catatan kecil di bawah Rp1 juta. Kalau benar ada 100 ribu orang, kita pertimbangkan pemutihan,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Selasa (14/10).

Pertemuan antara Kementerian Keuangan dan OJK dijadwalkan berlangsung pekan depan untuk memastikan apakah kebijakan ini bisa segera diterapkan.

Baca Juga :  894 Personel Polres Jakbar Jadi Ortu Asuh Pelajar, Cegah Pelajar Dari Kenakalan Remaja

Ara Dorong Sinergi Antar-Kementerian

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan berbagai kendala di sektor perumahan, termasuk hambatan akibat SLIK OJK.

Ia mengaku telah melaporkan hal itu kepada Menkeu dan meminta dukungan untuk menyelesaikan masalah di sisi permintaan perumahan.

“Pak Menkeu berkenan membantu kebijakan dengan OJK. Senin depan akan difollow up dan Kamis dijadwalkan pertemuan dengan OJK,” kata Maruarar.

Pemanfaatan Aset Negara dan Lahan Sitaan untuk Hunian

Selain membahas pembiayaan, kedua menteri juga membicarakan pemanfaatan aset negara, termasuk lahan sitaan Kejaksaan, untuk dijadikan lokasi pembangunan hunian rakyat.

“Pak Menkeu langsung siapkan tiga lokasi. Kami akan kirim surat malam ini ke Kejaksaan,” kata Maruarar.

Kebijakan ini diharapkan mempercepat penyediaan lahan bagi proyek perumahan rakyat yang selama ini terhambat legalitas lahan.

Baca Juga :  Gantikan Mayjen Yudha, Brigjen Riyanto Kini jadi Panglima Koops TNI Habema

Bunga Tetap 5% dan Kuota Rumah Subsidi Naik

Pemerintah memastikan bunga KPR subsidi tetap di angka 5 persen, tanpa kenaikan.
Kuota rumah subsidi juga meningkat menjadi 350 ribu unit pada tahun depan.

Selain itu, Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang tahun ini menargetkan 45 ribu unit, akan diperluas menjadi 400 ribu unit pada 2026.

Program ini memberikan bantuan kepada masyarakat untuk memperbaiki rumah agar layak huni dan meningkatkan kualitas hidup.

Sinergi Kebijakan Jadi Kunci Keberhasilan

Menteri Keuangan Purbaya menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dalam mempercepat penyelesaian hambatan perumahan rakyat.

“Ini kan semuanya aturan kita sendiri. Jadi bisa kita bereskan dengan cepat,” tegasnya.

Dengan adanya pemutihan kredit kecil, pemerintah berharap masyarakat berpenghasilan rendah dapat kembali mengakses KPR subsidi, sekaligus mempercepat realisasi program perumahan nasional.

SupersemarNewsTeam
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru