Desa Rengasjajar Raup Rp43 Miliar dari Tambang Bogor

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Desa Rengasjajar Raup Rp43 Miliar Setahun dari Tambang Parung Panjang

SUPERSEMAR NEWS – JABODETABEK – Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan publik setelah terungkap mampu meraup pemasukan hingga Rp43 miliar per tahun dari aktivitas tambang di Parung Panjang dan sekitarnya.

Fakta tersebut terungkap saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bertemu langsung dengan Kepala Desa Rengasjajar, Rusli, serta Ahmad Sayani, warga yang sempat viral karena hanya makan kelapa setelah tambang ditutup.

Pendapatan Desa Rengasjajar Capai Puluhan Miliar

Dalam pertemuan itu, Rusli membeberkan bahwa pemerintah desa memungut biaya sebesar Rp100 ribu per truk tronton yang melintas dari area tambang. Setiap harinya, sekitar 500 truk melewati wilayah tersebut.

“Rp100 ribu pungutan dilakukan pemerintahan desa dari setiap tronton di tiap gunung,” ujar Rusli kepada Dedi.

Mendengar hal tersebut, KDM langsung menghitung potensi pendapatan desa.
Dengan 500 truk per hari, desa berpotensi memperoleh Rp50 juta per hari atau sekitar Rp1,5 miliar per bulan.

Selain itu, setiap perusahaan tambang menyetor Rp5 juta per bulan ke kas desa berdasarkan Peraturan Desa (Perdes) tentang iuran.

“Dari transporter saja setahun Rp18 miliar. Kemudian dari perusahaan tambang dan lainnya bisa mencapai Rp25 miliar. Totalnya Rp43 miliar setahun,” kata Dedi.

Menurutnya, dana sebesar itu seharusnya sudah cukup membangun infrastruktur yang baik di Rengasjajar.

Baca Juga :  Polisi Amankan Pria yang Diduga Menganiaya Perempuan di Senayan City

Dana Tambang untuk Bangun 9 Masjid

Menanggapi pernyataan tersebut, Rusli mengaku dana dari pungutan desa sebagian besar telah digunakan untuk pembangunan fasilitas ibadah.

“Kami sudah membangun sembilan masjid sampai saat ini dari dana desa,” ujarnya.

Namun, pernyataan itu justru memunculkan pertanyaan publik tentang transparansi dana dan dasar hukum pungutan tambang di tingkat desa.

KDM Bekukan Sementara Aktivitas Tambang

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah membekukan sementara seluruh perusahaan tambang di Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.
Langkah itu diambil setelah truk-truk tambang mengabaikan aturan jam operasional sesuai Surat Edaran Gubernur Jabar tertanggal 19 September 2025.

KDM menegaskan bahwa nasib perusahaan tambang akan ditentukan berdasarkan hasil audit ilmiah oleh tim investigatif Pemprov Jabar yang melibatkan ITB dan IPB University.

“Kami akan mengambil keputusan berdasarkan pendekatan ilmiah, bukan politik,” tegas Dedi.

Audit tersebut meliputi aspek lingkungan, ketenagakerjaan, dan tata kelola pertambangan.

KDM Siapkan Bantuan untuk Pekerja Terdampak

Akibat penutupan tambang, ribuan warga kehilangan pekerjaan. Dedi Mulyadi memastikan akan bertanggung jawab penuh terhadap para pekerja terdampak.

Ia menyiapkan dua opsi:

  1. Bantuan tunai sebesar Rp2 juta–Rp3 juta, atau
  2. Penempatan kerja baru di lingkungan Pemprov Jawa Barat.

“Saat ini kami sedang mendata warga terdampak, termasuk dari Desa Rengasjajar,” ujar Diyan Adi Tinggal, pejabat desa setempat.

Pendataan itu menjadi langkah awal Pemprov Jabar dalam menyalurkan bantuan yang tepat sasaran.

Baca Juga :  Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Ini Harapan Supersemar News

Parung Panjang Akan Disulap Jadi Jalan Idaman

Selain membekukan tambang, KDM juga berkomitmen memperbaiki total infrastruktur jalan di Parung Panjang yang selama ini dikenal sebagai “jalur neraka truk tambang”.

“Kami akan bongkar jalan rusak dan bangun kembali agar Parung Panjang menjadi jalan idaman,” ujar Dedi dalam unggahan di Instagram resminya.

Ia berjanji jalan di Parung Panjang akan menjadi jalan yang nyaman dan aman untuk semua pengguna, bukan hanya truk tambang.

“Saya ingin menciptakan Jawa Barat yang nyaman untuk semua orang,” tambahnya.

Warga Parung Panjang Tak Pernah Menyerah

Selama bertahun-tahun, warga Parung Panjang dan sekitarnya terus berjuang melawan dampak buruk tambang: debu, kemacetan, jalan rusak, dan kecelakaan maut.

Saeful Anwar, Ketua Gerakan Masyarakat Parung Panjang untuk Perubahan (Gampar), mengungkapkan perjuangan warga sudah dilakukan sejak 2009.

“Kami sudah audiensi ke DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, hingga DPR RI. Tapi belum ada solusi nyata,” katanya.

Bahkan, warga sempat memblokade dan memutarbalikkan truk tambang yang melanggar jam operasional, meski tindakan itu sering berujung bentrok dengan sopir.

Kini, mereka mulai melihat secercah harapan setelah KDM turun tangan dan menghentikan aktivitas tambang sementara.

“Terima kasih kepada semua pihak, terutama media dan netizen, yang terus menyuarakan penderitaan kami,” ujar Saeful.
“Semoga perjuangan panjang ini berbuah keadilan untuk warga Parung Panjang.”

SupersemarNewsTeam
Reporter:
R/Rifay Marzuki

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung
Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

TNI–ADF Gelar NEO TTX, Simulasikan Evakuasi Warga akibat Erupsi Gunung Raung

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Berita Terbaru