Tol Layang Cikunir–Karawaci Rp37 T Siap Dibangun 2026

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 11:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pertemuan antara Roestiandi Tsamanov dan Menteri Investasi di kantor kementerian, sebagaimana terlihat pada foto resmi di depan lambang Garuda Pancasila, menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan Tol Layang Cikunir–Karawaci senilai Rp37 triliun.

Tol Layang Cikunir–Karawaci Rp37 T Siap Dibangun, Investor Nasional–Asing Terlibat

SUPERSEMAR NEWS – Proyek Jalan Tol Layang Cikunir–Karawaci senilai Rp37 triliun akhirnya memasuki tahap percepatan setelah pertemuan strategis antara Roestiandi Tsamanov dan Menteri Investasi & Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani. Proyek sepanjang 36 kilometer ini diproyeksikan menjadi infrastruktur kunci yang meningkatkan mobilitas lintas koridor timur–barat Jabodetabek.

Untuk memahami konteks pengembangan infrastruktur nasional, Anda dapat mengunjungi tautan internal seperti Proyek Infrastruktur Nasional Lainnya.

Investasi Rp37 Triliun untuk Konektivitas Jabodetabek

Roestiandi menjelaskan bahwa proyek bernilai Rp37 triliun ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas, mempercepat arus logistik, dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru.
Menurutnya, jalur layang baru ini akan berjalan paralel dengan Tol Dalam Kota Jakarta sehingga mampu menyerap beban kendaraan harian yang terus meningkat.

Baca Juga :  SILATURAHIM SUPERSEMAR LAW FIRM DAN NEWS KE BAKAMLA RI, PERKUAT KOMUNIKASI DAN SINERGI ANTARLEMBAGA

“Investasi ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan efisiensi logistik, serta penciptaan peluang usaha baru,” ujar Roestiandi.

Dikembangkan Melalui Skema KPBU, Libatkan Investor Multinasional

Proyek strategis ini digagas melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema tersebut memungkinkan sinergi antara pemerintah dan investor, baik nasional maupun asing.

Dalam paparannya, Roestiandi memastikan proyek ini digarap oleh PT Earth Investment Indonesia (EII) bersama konsorsiumnya. Bahkan, konsorsium ini dipimpin oleh tim yang telah berpengalaman membangun proyek raksasa, termasuk Tol Cikopo–Palimanan (Cipali).

EII juga tengah menggandeng sejumlah calon investor multinasional berpengalaman untuk memperkuat pembiayaan, transfer teknologi, dan percepatan konstruksi.

Baca Juga :  Waka Komisi III Dorong Kepolisian Tegas Usut Kasus Ipda Yayat

Pembagian Ruas: Timur, Tengah, dan Barat

Proyek ini akan dibangun dalam tiga seksi utama:

  1. Cikunir – Cawang (Ruas Timur)
  2. Cawang – Tomang (Ruas Tengah)
  3. Tomang – Alam Sutera (Ruas Barat)

Ketika beroperasi penuh, tol layang ini diproyeksikan menampung 200.000 kendaraan per hari, menjadikannya salah satu jalur tersibuk di Jabodetabek.

Potensi Ekonomi: Ribuan Lapangan Kerja dan Kawasan Bisnis Baru

Lebih jauh, Roestiandi menegaskan bahwa proyek ini akan melahirkan berbagai efek berantai. Selain meningkatkan mobilitas, pembangunan ini diprediksi menjadi katalis terbentuknya pusat-pusat bisnis dan perdagangan baru di sepanjang koridor.

Sepanjang masa konstruksi, proyek membutuhkan setidaknya 7.500 tenaga kerja, yang berarti dampak langsung terhadap lapangan kerja dan ekonomi lokal.

Menteri Investasi Beri Dukungan Penuh

Dalam pertemuan terakhir, konsorsium menyampaikan progres terkini dan memohon arahan dari Menteri Rosan. Sang Menteri menegaskan bahwa pemerintah sangat mendukung proyek tersebut dan siap memfasilitasi percepatan prosesnya.

Menurut Roestiandi, kolaborasi antara pemerintah dan konsorsium akan menjadi fondasi penting bagi keberhasilan pembangunan tol layang terbesar yang pernah dibangun di wilayah metropolitan Jakarta.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru