
JAKARTA, Supersemar News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui layanan maritim merilis peringatan dini terkait potensi tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia yang berlaku mulai 31 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 3 April 2026 pukul 07.00 WIB.
Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca laut yang berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran dan keselamatan di perairan.
Berdasarkan analisis sinoptik BMKG dikutip dari laman resminya, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 20 knot.
Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin dominan bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan antara 4 hingga 20 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Sulawesi, Laut Maluku, serta perairan Samudra Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
BMKG juga mengingatkan adanya risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.
Selain itu, kapal tongkang juga berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang hingga 1,5 meter. Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama nelayan dan operator transportasi laut.
Pemantauan informasi cuaca maritim secara berkala sangat penting untuk meminimalkan risiko yang dapat terjadi akibat perubahan kondisi cuaca di laut.
Sumber : KompasTV
