Gaza Terisolasi, Gencatan Senjata Masih Jauh

- Jurnalis

Sabtu, 30 November 2024 - 16:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Warga Palestina kembali ke Nuseirat di Jalur Gaza tengah setelah penembakan Israel. 
(Eyad Baba/AFP/Getty Images)

SUPERSEMARNEWS.COM (CNN) – Gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hizbullah memberikan sedikit kelegaan di Lebanon, tetapi Gaza masih terjebak dalam konflik.

Israel terus mengintensifkan operasinya di Gaza, sementara upaya mediasi AS belum menunjukkan hasil.

Selama setahun terakhir, Hizbullah bersumpah akan menekan Israel hingga menyetujui gencatan senjata di Gaza.

Namun, serangan intensif Israel di Lebanon selatan memaksa Hizbullah menarik tuntutannya demi mempertahankan pasukannya.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

“Gaza dibiarkan sendirian,” kata Hatem Mohamed, warga Gaza.

Mediator utama seperti Qatar kini menarik diri dari perundingan.

Qatar menutup kantor Hamas di Doha, menyebut kurangnya itikad baik kedua pihak.

Turki juga menepis keterlibatannya lebih jauh dalam mediasi.

Hamas menegaskan kesiapan untuk gencatan senjata, tetapi syaratnya tetap berat, termasuk penarikan Israel dan pemulangan warga Gaza yang mengungsi.

Sebaliknya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak menghentikan perang sebelum Hamas dibubarkan.

“Gencatan senjata bisa dilakukan kapan saja, tetapi perang melawan Hamas harus selesai,” tegasnya.

Baca Juga :  Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Ini Harapan Supersemar News

Negosiasi untuk pembebasan sandera Israel pun buntu. Hamas menawarkan kerja sama, tetapi kondisi di lapangan memburuk.

Di Gaza, frustrasi warga semakin meningkat. “Kami kehilangan banyak waktu dan nyawa,” kata Jihad Abu Yasser, warga Gaza utara.

Upaya diplomasi internasional, termasuk oleh AS, Turki, Mesir, dan Qatar, masih menemui jalan buntu.

Bagi warga Gaza, harapan perdamaian tetap samar di tengah konflik yang terus berlanjut.

(SupersemarNewsTeam)
(R/SanggaBuana)
Sumber berita ; CNN World
Editor : Sangga Buana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah
Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO
Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026
Marinir Indonesia Bekali Prajurit Australia Teknik Bertahan Hidup di Hutan
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp 5,2 Triliun, Naik 4,8 Persen
Perkuat Struktur Komando, KSAD Pimpin Sertijab 5 Pangdam dan Alih Kodal 6 Korem
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Rapat Konsolidasi, Perkuat Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel Green Policing, Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pertanahan dan Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Kecelakaan di Simpang Pelita-Suprapto Sampit, Yamaha Lexi Rusak Parah Usai Terseret Truk CPO

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Prajurit Korps Marinir Gempur Pantai Banongan dalam Operasi Amfibi Keris Woomera 2026

Berita Terbaru