
SUPERSEMAR NEWS – CIREBON – Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Selasa (6/1/2026). Ratusan rumah warga dilaporkan terendam air bercampur lumpur akibat luapan Sungai Cikalong, memaksa warga melakukan bersih-bersih sejak pagi hari.
Peristiwa banjir Mundu ini menjadi sorotan serius, mengingat wilayah tersebut sebelumnya dinilai relatif aman pasca pembangunan tanggul beberapa tahun lalu. Namun kenyataannya, air kembali masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian signifikan.
Banjir Terjadi Malam Hari, Warga Tak Sempat Mengungsi
Banjir mulai menggenangi pemukiman warga pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB. Air datang secara perlahan namun terus meningkat, sehingga banyak warga tidak sempat menyelamatkan perabot rumah tangga.
Menurut Deny, salah satu warga Perumahan Griya Taman Suci, Desa Suci, Kecamatan Mundu, air baru benar-benar surut pada pukul 01.00 WIB dini hari.
“Airnya bercampur lumpur dan baru surut dini hari. Terpaksa hari ini kami bersih-bersih rumah,” ujar Deny kepada Supersemar News.
Ia menjelaskan bahwa ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter di halaman rumah, sementara di dalam rumah berkisar 15 hingga 20 sentimeter.
Luapan Sungai Cikalong Jadi Penyebab Utama
Berdasarkan pantauan lapangan Supersemar News, banjir di Mundu disebabkan oleh meluapnya Sungai Cikalong, yang tidak mampu menampung debit air hujan tinggi dari wilayah hulu.
Selain Mundu, luapan sungai ini juga berdampak pada beberapa wilayah lain, termasuk kawasan Perumnas Harjamukti, Kota Cirebon.
Menurut warga, meski hujan telah reda sejak sore hari, arus sungai tetap deras. Bahkan beredar informasi adanya tanggul yang jebol, meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang.
Tanggul Disebut Jebol, Warga Pertanyakan Pengawasan
Deny mengungkapkan bahwa warga mendengar kabar mengenai kerusakan tanggul yang menjadi penahan utama luapan sungai.
“Katanya ada tanggul yang jebol. Padahal hujan sudah reda, tapi air malah semakin naik,” ungkapnya.
Kondisi ini memicu pertanyaan serius terkait kualitas pembangunan tanggul serta pengawasan berkala oleh instansi terkait.
Banjir Pertama Sejak 2019, Warga Trauma Lama Kembali
Warga setempat mengaku banjir kali ini merupakan yang pertama sejak tahun 2019. Setelah kejadian banjir besar saat itu, pemerintah sempat melakukan perbaikan dan pembangunan tanggul di sepanjang Sungai Cikalong.
“Sejak ada tanggul, tidak pernah banjir masuk rumah. Ini baru kejadian lagi setelah 2019,” jelas Deny.
Fakta ini menunjukkan adanya kemunduran fungsi infrastruktur pengendali banjir, yang seharusnya mampu melindungi kawasan padat penduduk seperti Mundu.
Kerugian Warga Mulai Terdata, Aktivitas Lumpuh
Meski tidak ada laporan korban jiwa, banjir menyebabkan kerugian material cukup besar. Perabot rumah tangga, alat elektronik, serta kendaraan roda dua banyak yang terendam lumpur.
Aktivitas warga pun lumpuh. Sejumlah warga terpaksa tidak bekerja demi membersihkan rumah dan lingkungan sekitar.
Bersih-bersih Massal, Warga Gotong Royong
Sejak pagi hari, warga terlihat bergotong royong membersihkan lumpur yang mengendap di jalan, selokan, dan halaman rumah.
Anak-anak hingga orang dewasa turun langsung, menggunakan alat seadanya seperti sapu, sekop, dan ember. Pemandangan ini mencerminkan solidaritas sosial, namun juga menyiratkan kekecewaan terhadap berulangnya bencana.
Tuntutan Solusi Permanen dan Transparansi
Warga mendesak pemerintah daerah untuk:
- Melakukan audit menyeluruh tanggul Sungai Cikalong
- Normalisasi sungai secara berkala
- Menyediakan sistem peringatan dini banjir
- Transparansi anggaran dan proyek infrastruktur
Banjir Bukan Sekadar Bencana Alam
Peristiwa banjir Mundu Cirebon kembali menegaskan bahwa banjir bukan semata akibat hujan, melainkan juga dipengaruhi oleh:
- Alih fungsi lahan
- Pendangkalan sungai
- Lemahnya pengawasan infrastruktur
- Minimnya perencanaan tata ruang
Tanpa penanganan menyeluruh dan berkelanjutan, banjir berpotensi terus berulang setiap musim hujan.
Alarm Keras untuk Pemerintah Daerah
Banjir yang merendam ratusan rumah di Mundu harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan instansi terkait. Warga tidak hanya membutuhkan bantuan pascabencana, tetapi juga jaminan keamanan jangka panjang.
Supersemar News akan terus melakukan pemantauan dan investigasi lanjutan terkait penyebab, tanggung jawab, serta langkah konkret penanganan banjir di wilayah Cirebon.***(SB)
SupersemarNewsTeam
