Jajaran Forum Betawi Rempug (FBR) berfoto bersama usai menjalankan pengamanan Pengukuhan Pengurus MUI Pusat Periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, sebagai wujud komitmen FBR menjaga marwah ulama, ketertiban acara keagamaan nasional, serta persatuan bangsa.

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA
Pengukuhan dan ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2025–2030 berlangsung khidmat dan penuh makna di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu pagi. Kegiatan nasional keagamaan ini tidak hanya menjadi momentum konsolidasi ulama, tetapi juga menunjukkan kuatnya sinergi antara ulama, umara, dan elemen masyarakat sipil, termasuk Forum Betawi Rempug (FBR) yang turut berpartisipasi aktif dalam pengamanan acara.

Acara yang mengusung tema “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar. Kehadiran kepala negara menegaskan posisi strategis MUI sebagai mitra negara dalam menjaga moralitas publik, persatuan umat, serta stabilitas nasional.

Presiden Prabowo Hadir, Tegaskan Peran Strategis Ulama

Sejak pagi hari, kawasan Masjid Istiqlal telah dipadati tamu undangan dari berbagai unsur. Presiden Prabowo Subianto tampak tiba dengan pengamanan ketat dan langsung memasuki area utama masjid. Usai prosesi pengukuhan, Presiden secara khusus menghampiri jajaran pimpinan MUI dan menyalami satu per satu para ulama sebagai bentuk penghormatan negara terhadap peran keulamaan.

Langkah Presiden tersebut menjadi simbol kuat bahwa negara hadir dan berdiri bersama ulama dalam menjaga keutuhan bangsa dan nilai-nilai kebangsaan. Informasi resmi mengenai struktur dan peran MUI dapat diakses melalui situs resmi Majelis Ulama Indonesia di https://mui.or.id.

FBR Turun Langsung, Jaga Ketertiban dan Kekhidmatan Acara

Di balik suksesnya penyelenggaraan acara, peran pengamanan menjadi faktor krusial. Forum Betawi Rempug (FBR) mengerahkan sejumlah personel untuk membantu pengamanan internal dan eksternal di berbagai titik strategis sekitar Masjid Istiqlal. Keterlibatan FBR ini dilakukan secara terkoordinasi bersama Kepolisian Republik Indonesia dan unsur pengamanan lainnya, sebagaimana standar pengamanan kegiatan nasional.

Ketua Umum FBR KH Lutfi Hakim menegaskan bahwa kehadiran organisasinya bukan semata menjalankan fungsi pengamanan, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral dan ideologis dalam menjaga marwah ulama.

FBR hadir untuk memastikan acara berjalan aman, tertib, dan khidmat. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mengawal amanah umat serta menjaga kewibawaan ulama,” tegas KH Lutfi Hakim.

Sinergi Ormas dan Aparat, Pilar Stabilitas Nasional

Lebih jauh, keterlibatan FBR mencerminkan model kolaborasi ideal antara organisasi kemasyarakatan dan aparat negara. Dalam konteks Jakarta sebagai ibu kota negara, sinergi ini menjadi kunci menjaga stabilitas sosial, terutama dalam agenda-agenda besar keagamaan yang melibatkan tokoh nasional dan pimpinan negara.

KH Lutfi Hakim menambahkan bahwa FBR secara konsisten menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya.

Sebagai ormas berbasis kebetawian, FBR tegak lurus mengawal ulama Ahlussunnah wal Jamaah dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Deretan Tokoh Nasional Hadir di Barisan Depan

Selain Presiden dan Menteri Agama, acara pengukuhan MUI Pusat ini turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sejumlah menteri kabinet, pimpinan lembaga negara, tokoh nasional, serta pimpinan berbagai organisasi masyarakat Islam. Kehadiran lintas elemen tersebut menegaskan posisi MUI sebagai simpul persatuan umat dan mitra strategis pemerintah.

Informasi mengenai peran MPR RI dapat diakses melalui situs resmi https://mpr.go.id, sementara data kementerian dapat ditelusuri di portal pemerintah https://www.indonesia.go.id.

Pengamanan Berlapis di Kawasan Masjid Istiqlal

Dari pantauan di lapangan, personel FBR ditempatkan di area pintu masuk, jalur tamu VVIP, serta zona jamaah. Pengamanan dilakukan secara humanis, tanpa mengganggu jalannya ibadah dan prosesi keagamaan. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan kultural mampu berjalan seiring dengan standar keamanan modern.

Masjid Istiqlal sendiri sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara memiliki sistem pengamanan terpadu, sebagaimana dijelaskan dalam laman resminya https://istiqlal.or.id.

Doa Bersama, Ikhtiar Spiritual Bangsa

Rangkaian acara pengukuhan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh jajaran ulama MUI. Doa tersebut menjadi ikhtiar spiritual kolektif demi keselamatan bangsa, kedamaian umat, serta keberkahan kepemimpinan nasional ke depan.

Momentum ini menegaskan kembali bahwa pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan politik, tetapi juga membutuhkan fondasi moral dan spiritual yang kokoh.

Penegasan Peran MUI Periode 2025–2030

Pengurus MUI Pusat periode 2025–2030 diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari isu moderasi beragama, transformasi digital, hingga dinamika sosial-politik global. Dengan dukungan negara dan partisipasi aktif masyarakat, MUI diharapkan tetap menjadi penjaga akidah, moral, dan persatuan umat.

Sebagai media arus utama, SUPERSEMAR NEWS akan terus mengawal dan menginvestigasi peran strategis ulama dan ormas Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.***(SB)

SupersemarNewsTeam