Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Buka Alasan

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Foto : Febrie Adriansyah

Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Komitmen Jaga Integritas Penegakan Hukum

SUPERSEMAR NEWS – Jakarta – Kejaksaan Agung secara resmi mengumumkan bahwa Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menerima pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Keputusan tersebut menjadi perhatian publik karena diambil ketika terdapat proses hukum yang sedang berjalan oleh penyidik Kepolisian Republik Indonesia terhadap perkara yang turut menyeret nama Febrie Adriansyah.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa keputusan menerima pengunduran diri tersebut merupakan langkah kelembagaan untuk menjaga integritas, objektivitas, dan netralitas proses penegakan hukum. Menurutnya, keputusan itu juga menunjukkan bahwa Kejaksaan Agung tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalisme tanpa mengganggu proses hukum yang sedang berlangsung.

Kejagung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan

Meskipun terjadi pergantian di posisi strategis Jampidsus, Kejaksaan Agung memastikan seluruh proses penyidikan, penuntutan, dan penanganan perkara tindak pidana khusus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Institusi Adhyaksa menegaskan bahwa sistem kerja penegakan hukum tidak bergantung pada satu individu, melainkan berjalan berdasarkan mekanisme kelembagaan yang telah diatur.

Anang Supriatna menegaskan bahwa seluruh tugas, fungsi, dan kewenangan di lingkungan Jampidsus akan tetap dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai kelanjutan berbagai perkara besar yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Dorong Perluasan Pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital untuk Mendukung Program Perlindungan Sosial

Selain itu, Kejaksaan Agung juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung serta tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Prinsip tersebut merupakan bagian penting dalam sistem peradilan pidana Indonesia sehingga setiap orang berhak memperoleh perlakuan yang adil hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Klarifikasi Mengenai Rumah di Sentul

Sebelum pengunduran dirinya diumumkan secara resmi, Febrie Adriansyah sempat memberikan keterangan kepada awak media terkait penggeledahan yang dilakukan penyidik di sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor. Ia mengakui bahwa rumah tersebut merupakan milik pribadinya dan telah dimiliki sejak lama.

Menurut Febrie, seluruh proses kepemilikan rumah tersebut dapat ditelusuri secara administratif dan memiliki dokumen yang sah. Ia juga menyatakan siap memberikan penjelasan melalui mekanisme hukum apabila diperlukan oleh penyidik. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap proses penegakan hukum yang sedang berlangsung.

Penjelasan Mengenai Temuan Penyidik

Dalam kesempatan yang sama, Febrie turut menanggapi informasi mengenai temuan uang dan emas yang diberitakan ditemukan penyidik dalam proses penggeledahan. Ia menyampaikan bahwa terdapat pihak-pihak yang dapat memberikan penjelasan mengenai asal-usul maupun kepemilikan barang-barang tersebut.

Baca Juga :  Panglima TNI Ziarah ke Makam Presiden RI Ke-2 dan Panglima Besar Jenderal Soedirman

Namun demikian, Febrie menegaskan bahwa seluruh klarifikasi akan disampaikan melalui proses hukum yang berlaku, bukan melalui konferensi pers ataupun ruang publik. Sikap tersebut, menurutnya, merupakan bentuk penghormatan terhadap prosedur penyidikan yang sedang berjalan sehingga tidak menimbulkan opini yang dapat memengaruhi jalannya proses hukum.

Publik Diminta Menunggu Proses Hukum

Perkembangan ini menjadi perhatian luas karena menyangkut salah satu pejabat tinggi di lingkungan penegak hukum. Meski demikian, berbagai pihak mengingatkan agar masyarakat tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyikapi informasi yang beredar. Setiap perkembangan hukum harus didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan serta hasil penyidikan yang dilakukan aparat berwenang.

Kejaksaan Agung juga menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi lembaga sekaligus memastikan bahwa seluruh proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan adanya pengunduran diri tersebut, perhatian publik kini tertuju pada kelanjutan proses hukum yang sedang berlangsung serta langkah Kejaksaan Agung dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.***(SB)

SupersemarNewsTeam

Sumber: Diolah dari pemberitaan DetikNews dan pernyataan resmi Kejaksaan Agung.

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KRKT Kritik Penanganan Karhutla di Kalteng, Desak Transparan Anggaran
Narkoba! Sidokkes Kepolisian Lakukan Pemeriksaan Urine di Kampung Puntun
Polisis Larang Pertambangan Emas Tanpa Izin di Bawah Jembatan Sei Katingan
Korban Tenggelam di Danau Gambut Banjar Ditemukan Meninggal Dunia
Gubernur Banten Berduka atas Identifikasi Awak Kapal Arupadhatu I yang Hilang
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Desak Iran Terkait Keamanan Maritim
Letkol Marinir Purn Mardiono, Manager Swa Army, Sukses Raih Ilmu Keamanan Internasional
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:31 WIB

KRKT Kritik Penanganan Karhutla di Kalteng, Desak Transparan Anggaran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Narkoba! Sidokkes Kepolisian Lakukan Pemeriksaan Urine di Kampung Puntun

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Polisis Larang Pertambangan Emas Tanpa Izin di Bawah Jembatan Sei Katingan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Korban Tenggelam di Danau Gambut Banjar Ditemukan Meninggal Dunia

Kamis, 24 September 2026 - 01:43 WIB

Gubernur Banten Berduka atas Identifikasi Awak Kapal Arupadhatu I yang Hilang

Berita Terbaru

Berita utama

Korban Tenggelam di Danau Gambut Banjar Ditemukan Meninggal Dunia

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:41 WIB