
Peta kuno Kerajaan Sunda dan Jawa menunjukkan jejak historis wilayah Batulayang yang dahulu termasuk dalam jaringan kekuasaan lokal sebelum VOC menghapusnya akibat tanam paksa kopi.
SUPERSEMAR NEWS BOGOR – Nama Batulayang kini dikenal sebagai desa di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Namun dulunya, wilayah ini adalah pusat pemerintahan kabupaten di masa Hindia Belanda.
Sejarawan M Ryzki Wiryawan dalam bukunya Pesona Sejarah Bandung menyebut Batulayang mencakup Kopo, Rongga, dan Cisondari—wilayah yang kini menjadi Cililin, Gununghalu, dan Ciwidey.
Pemerintahan Lokal Sebelum Kolonial
Batulayang pernah dipimpin Prabu Sang Adipati Kertamanah, bangsawan keturunan Kerajaan Pajajaran. Wilayah ini mandiri hingga Tumenggung Rangga Adikusumah memimpin antara 1794–1802.
Ibukotanya bernama Gajah Palembang, kini menjadi bagian Desa Gajah Mekar dan Kelurahan Leuwigajah di Kota Cimahi.
VOC Hapus Kabupaten Batulayang
Pada 1802, VOC mencopot Adikusumah karena gagal setor kopi dan dianggap lalai. Menurut laporan Pieter Engelhard, ia membiarkan kebun kopi terbengkalai dan kecanduan opium. Akibatnya, Batulayang digabung ke Kabupaten Bandung, sementara sang bupati diasingkan ke Batavia.
Diduga Sengaja Melawan Kolonial
Ryzki menduga penelantaran kebun kopi adalah bentuk perlawanan terhadap tanam paksa. Kisah ini mencerminkan tekanan sistem tanam paksa kopi VOC.
Warisan Perjuangan dan Keturunan
Batulayang juga melahirkan tokoh nasional, Otto Iskandar Di Nata, pejuang kemerdekaan dari garis keturunan Batulayang.
SupersemarNewsTeam
SanggaBuana
