
PALANGKA RAYA, SUPERSEMAR NEWS – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang 2025.
la menilai perubahan iklim dan potensi musim kemarau panjang bisa menjadi pemicu meningkatnya risiko karhutla di wilayah Palangka Raya.
“Kita tidak boleh lengah. Tahun ini harus kita hadapi dengan perencanaan matang dalam hal mitigasi bencana karhutla. Ini menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan publik, dan stabilitas lingkungan,” tegas Tantawi, Rabu 30 April 2025.
Dia mengajak pemerintah kota agar segera menyiapkan langkah antisipatif, seperti pemetaan daerah rawan, penguatan posko siaga, pelatihan masyarakat, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.
Politisi Gerindra ini mendorong kolaborasi antara pemerintah, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat lokal dalam penanggulangan karhutla. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam deteksi dini dan respon cepat di lapangan.
“Mitigasi bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Edukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar juga harus terus dilakukan,” tambahnya.
Tantawi berharap dengan kesiapsiagaan sejak dini, bencana karhutla bisa dicegah dan dampaknya diminimalkan, sehingga kualitas udara dan keselamatan warga tetap terjaga
(Borneo News)
(Kevin Gravila)
