Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam Adi Winarso (depan) bersama jajaran melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Program Prioritas Nasional Sekolah Rakyat di SRMA 20 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (17/12/2025), sebagai bentuk pengawalan pemerintah terhadap program pendidikan unggulan Presiden Prabowo Subianto.

SUPERSEMAR NEWS – Polkam, Yogyakarta — Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memastikan keberhasilan Program Prioritas Nasional Sekolah Rakyat melalui pengawalan langsung di lapangan. Kali ini, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melakukan peninjauan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (17/12/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengawasan lintas sektor untuk memastikan program unggulan Presiden Prabowo Subianto berjalan tepat sasaran, tepat guna, dan berkelanjutan, sekaligus memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional.

Pengawalan Langsung Program Strategis Nasional

Asisten Deputi Kerja Sama Multilateral Kemenko Polkam, Adi Winarso, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya di Sleman merupakan pelaksanaan mandat resmi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 141 Tahun 2024 tentang tugas koordinatif Kemenko Polkam dalam mengawal program prioritas nasional.

Menurut Adi, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan alternatif, melainkan instrumen negara dalam memutus rantai kemiskinan struktural melalui pendidikan berkualitas yang inklusif.

“Kemenko Polkam memiliki mandat langsung untuk mengawal program prioritas nasional. Sekolah Rakyat adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo, sehingga pengawasan di lapangan menjadi kewajiban kami,” ujar Adi.

Evaluasi Lima Bulan Pelaksanaan Sekolah Rakyat

Lebih lanjut, Adi Winarso mengungkapkan bahwa SRMA 20 Sleman telah berjalan selama kurang lebih lima bulan sejak 14 Juli 2025. Hasil evaluasi sementara menunjukkan capaian yang dinilai positif dan menjanjikan, baik dari sisi fasilitas, tata kelola, maupun perkembangan peserta didik.

Fasilitas pendidikan dan asrama yang memadai, kurikulum adaptif, serta pendampingan intensif menjadi faktor utama keberhasilan awal program ini.

“Kami melihat fasilitas yang tersedia sangat memadai. Perkembangan peserta didik juga signifikan. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan pengelola sekolah,” kata Adi.

Sekolah Rakyat: Kesempatan Emas bagi Anak Bangsa

Dalam dialog bersama para siswa, Adi Winarso menyampaikan pesan tegas agar seluruh peserta didik mensyukuri kesempatan yang diberikan negara. Ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan fasilitas umum, melainkan hak istimewa terbatas bagi anak-anak dari keluarga rentan yang diseleksi ketat.

Oleh karena itu, Adi mengingatkan pentingnya disiplin, integritas, dan prestasi sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada negara.

“Tidak semua anak mendapatkan kesempatan ini. Manfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya, jaga kepercayaan pemerintah, dan buktikan dengan prestasi,” tegasnya.

Suara Siswa: Dampak Nyata Sekolah Rakyat

Dampak positif Program Sekolah Rakyat juga diakui langsung oleh para peserta didik. Nur Rahmadani, salah satu siswi SRMA 20 Sleman, mengaku mengalami perubahan signifikan dalam lima bulan terakhir.

Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan keterampilan hidup.

“Saya merasa jauh lebih percaya diri dan punya harapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Nur.

Sementara itu, Ihsan Fajar, siswa lainnya, mengaku program ini telah mengubah pandangan hidupnya secara menyeluruh, terutama dalam menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga.

“Dulu saya minder karena kondisi ekonomi keluarga. Sekarang saya merasa lebih percaya diri dan keluarga kami sangat terbantu,” ujar Ihsan.

Peran Kepala Sekolah dalam Menjaga Keberlanjutan

Kepala SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih, menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh mentalitas dan karakter peserta didik.

Ia mengingatkan agar para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan negara melalui Program Sekolah Rakyat.

“Teruslah belajar, jaga kepercayaan diri, dan jangan pernah merasa rendah diri. Masa depan kalian sedang dibangun di sini,” kata Reti.

Tantangan Pengembangan Sekolah Rakyat di DIY

Sebelum meninjau SRMA 20 Sleman, tim Kemenko Polkam lebih dulu melakukan kunjungan kerja ke Dinas Sosial Provinsi DIY. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, memaparkan sejumlah tantangan dalam pengembangan Sekolah Rakyat, mulai dari ketersediaan lahan, SDM pengajar, hingga sinkronisasi lintas instansi.

Namun demikian, Endang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung program ini sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia di Yogyakarta.

Pengawalan Negara untuk Masa Depan Bangsa

Melalui pengawalan langsung ini, Kemenko Polkam menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat bukan proyek jangka pendek, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk membangun Indonesia yang berdaulat secara sosial dan ekonomi.

Pemerintah memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara yang digelontorkan melalui Sekolah Rakyat benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan, khususnya bagi kelompok masyarakat paling rentan.

Dengan pendekatan koordinatif, pengawasan ketat, dan evaluasi berkelanjutan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan nasional yang mampu direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.

Penegasan Redaksi

Program Sekolah Rakyat bukan sekadar janji politik, melainkan aksi nyata negara dalam menciptakan keadilan sosial melalui pendidikan. Pengawalan Kemenko Polkam di Jogja menjadi bukti bahwa pemerintah serius memastikan masa depan anak bangsa tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kesempatan dan kualitas pendidikan.***(SB)

SupersemarNewsTeam