Komandan Hamas muncul kembali meskipun Israel klaim telah dibunuh

- Jurnalis

Kamis, 23 Januari 2025 - 21:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gaza – Seorang komandan Hamas muncul kembali di Jalur Gaza utara meskipun Israel mengeklaim telah membunuhnya pada tahun lalu.

Anadolu melaporkan pada Kamis bahwa para aktivis pada Rabu (22/1) membagikan rekaman video Hussein Fayyadh, seorang komandan sayap militer Hamas, Brigade Qassam, selama sebuah kampante di Gaza utara.

“Gaza telah muncul tak tergoyahkan, menang, dan dengan kepala tegak,” kata Fayyadh kepada para peserta dalam kampanye, menurut rekaman tersebut.

Pada 23 Mei tahun lalu, tentara Israel mengklaim telah membunuh Fayyadh di dalam kompleks bawah tanah di kota Jabalia utara.

Israel menyalahkan komandan Hamas tersebut atas serangan roket selama perang genosida Israel di Gaza dan di pemukiman Israel di dekat perbatasan dengan daerah kantong tersebut.

Baca Juga :  Persib Bandung Comeback 2-1 atas Melbourne, Lolos 16 Besar ACL 2

Kemudian pada hari yang sama, tentara Israel mengakui bahwa informasi intelijen mereka tentang kematian Fayyadh tidak akurat.

Fase enam minggu pertama dari perjanjian gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada 19 Januari, menghentikan perang genosida Israel yang telah menewaskan hampir 47.200 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai lebih dari 111.160 sejak 7 Oktober 2023.

Kesepakatan gencatan senjata tiga fase tersebut mencakup pertukaran tahanan dan ketenangan yang berkelanjutan dan bertujuan untuk gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Baca Juga :  Alvin Tedjo, Keturunan Minang Terpilih Wali Kota Kanada

Serangan Israel telah menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang dengan kerusakan yang meluas dan krisis kemanusiaan yang telah merenggut nyawa banyak orang tua dan anak-anak dalam salah satu bencana kemanusiaan global terburuk yang pernah ada.

Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November tahun lalu untuk kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang mereka di daerah kantong tersebut.

(Anadolu) (SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persib Bandung Comeback 2-1 atas Melbourne, Lolos 16 Besar ACL 2
Alvin Tedjo, Keturunan Minang Terpilih Wali Kota Kanada
Prediksi Inggris vs Kroasia: Debut Tuchel di Piala Dunia 2026
Inggris Tiru Mental Juara Argentina untuk Wujudkan Mimpi Juara Piala Dunia 2026
TNI-SAF Perkuat Intelijen dan Latihan Militer Bersama 2026
Prabowo Tinggalkan Paris, Gestur Hangat ke Pengawal Prancis
Israel Bombardir Lebanon, 56 Tewas Sehari, Timur Tengah Memanas
China Luncurkan Shenzhou-23, Target Kuasai Bulan
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:36 WIB

Persib Bandung Comeback 2-1 atas Melbourne, Lolos 16 Besar ACL 2

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Alvin Tedjo, Keturunan Minang Terpilih Wali Kota Kanada

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:33 WIB

Prediksi Inggris vs Kroasia: Debut Tuchel di Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:58 WIB

Inggris Tiru Mental Juara Argentina untuk Wujudkan Mimpi Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:31 WIB

TNI-SAF Perkuat Intelijen dan Latihan Militer Bersama 2026

Berita Terbaru