Sampit ,Supersemar News – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyepakati kerja sama rencana pembangunan Jembatan Mentaya yang diharapkan bisa dimulai pada 2025 mendatang.

“Kerja sama ini menindaklanjuti instruksi gubernur saat kunjungan ke Kotim beberapa waktu lalu, beliau menanyakan tentang rencana pembangunan Jembatan Mentaya,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama di Sampit,

Mentana menjelaskan, pada Kamis (5/9/2024) lalu rombongan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran berkunjung ke Kotim dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat provinsi yang dipusatkan di Kota Sampit.

Dalam kesempatan itu, gubernur bertanya kepada Bupati Kotim Halikinnor terkait pembangunan Jembatan Mentaya yang sudah direncanakan sejak lama, namun belum terealisasi. Gubernur mendorong agar rencana tersebut segera terealisasi.

Sehubungan dengan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng Shalahuddin dan Kepala DSDABMBKPRKP Kotim turut dipanggil guna membahas rencana pembangunan Jembatan Mentaya yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan konektivitas wilayah tersebut.

Setelah pertemuan tersebut, Kepala PUPR Kalteng bersama tim bertandang ke kantor DSDABMBKPRKP Kotim untuk berkoordinasi lebih lanjut hingga tercapailah kesepakatan kerjasama.

“Kami membicarakan detail pembangunannya bersama PUPR Kalteng, baik infrastruktur hingga anggaran. Terlebih, kita di Kotim belum punya pengalaman untuk pembangunan jembatan bentang panjang, sehingga perlu masukan dari pemerintah provinsi,” jelasnya.

Mentana melanjutkan, wacana pembangunan Jembatan Mentaya ini sudah mencuat sejak lama. Pada 2008 lalu pihaknya telah melakukan uji kelayakan atau Feasibility Study (FS) kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Detail Engineering Design (DED) pada 2013.

Sumber : antaranews
Editor//Jk