Renault tetap berkomitmen pada F1

- Jurnalis

Minggu, 8 Desember 2024 - 00:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Jakarta – Grup Renault menyatakan tetap berkomitmen pada Formula 1 melalui tim Alpine setelah menghentikan program mesin Alpine.

Sebagaimana dikutip dalam siaran publikasi otomotif Autocar pada Jumat (6/12), CEO Grup Renault Luca de Meo menyebut olahraga tersebut sebagai “boom box” untuk memperkuat Alpine.

“F1 mengatakan sesuatu tentang kemampuan Anda,” katanya.​​​​​​​

CEO Alpine Philippe Krief mengatakan bahwa perusahaan mengalami kerugian finansial murni karena tim F1, tetapi sepakat dengan de Meo bahwa itu merupakan “sebuah investasi” karena penting untuk mempromosikan merek.

Menurut dia, perusahaan “membutuhkan F1 dan olahraga bermotor, karena itu adalah bagian dari DNA kami.”

Baca Juga :  Persib Bandung Comeback 2-1 atas Melbourne, Lolos 16 Besar ACL 2

De Meo mengatakan bahwa tim F1 kini dalam kondisi yang lebih baik di bawah kepemimpinan penasihat eksekutif baru Flavio Briatore dan kepala tim baru Oliver Oakes.

“Kami mengalami awal yang buruk tahun ini, lalu mendatangkan kembali Flavio. Kami juga menambahkan Oli, pria muda berusia 36 tahun yang menurut saya akan menjadi salah satu orang hebat di F1. Mereka kini mengambil arah tertentu,” katanya.

Baca juga: LGES pasok baterai LFP untuk kendaraan listrik Renault

Baca juga: Renault perkenalkan Embleme untuk tunjukkan komitmen dekarbonisasi
​​​​​​​​​​​​​

​​​​​​​​​​​​
De Meo juga mengatakan bahwa beralih ke pasokan mesin ​​​​​​​Mercedes-AMG bagi pelanggan akan bisa membuat Renault Group menghemat sekitar 230 juta pound sterling per tahun dengan penalti waktu putaran minimal ketimbang membangun mesin sendiri. (1 pound sterling setara dengan sekitar Rp20.168).

Baca Juga :  Persib Hajar Melbourne Victory 2-0, Puncaki Grup E ACL 2

​​​​​​​”Kami telah menghentikan pengembangan mesin 2026 yang baru,” katanya.

“Dalam aturan F1 saat ini, Anda dapat membeli mesin terbaik dengan harga kurang dari 20 juta pound sterling per tahun. Bagi saya, biayanya lebih dari 250 juta pound sterling per tahun,” ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa perusahaan memutuskan untuk berkonsentrasi pada hal-hal lain seperti sasis, aerodinamika, dan tim.

(Antara)( SupersemarNewsTeam)

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persib Bandung Comeback 2-1 atas Melbourne, Lolos 16 Besar ACL 2
Alvin Tedjo, Keturunan Minang Terpilih Wali Kota Kanada
Persib Hajar Melbourne Victory 2-0, Puncaki Grup E ACL 2
PSYCHIC FEVER dan Album DIFFERENT: 10 Lagu, Satu Identitas
Port FC vs Persib: Maung Bandung Menang Dramatis 3-1
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand
Pakde Slamet: 10 Tahun Bersama Tukul Arwana, Ini Pelajaran Hidupnya!
Gala Premiere Memburu Pemangsa, Horor Crime Action Tayang
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:36 WIB

Persib Bandung Comeback 2-1 atas Melbourne, Lolos 16 Besar ACL 2

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Alvin Tedjo, Keturunan Minang Terpilih Wali Kota Kanada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Persib Hajar Melbourne Victory 2-0, Puncaki Grup E ACL 2

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:32 WIB

PSYCHIC FEVER dan Album DIFFERENT: 10 Lagu, Satu Identitas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Port FC vs Persib: Maung Bandung Menang Dramatis 3-1

Berita Terbaru