Idul Adha 1447 H Jadi Momentum Bangun Spirit Berbagi di YPI Al-Hidayah Pondok Melati Bekasi

SUPERSEMAR NEWS – JAKARTA –
Halimah Munawir, Ketua Yayasan Al-Hidayah, menegaskan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, sekolah berbasis agama Islam juga menanamkan kepedulian sosial dan membangun empati siswa terhadap sesama, guna membentuk generasi yang berkarakter di tengah gempuran modernisasi, individualisme, dan melemahnya solidaritas sosial.

Untuk itu, kegiatan kurban menjadi salah satu media efektif dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, semangat gotong royong, serta keikhlasan. Pemotongan hewan kurban bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan gerakan sosial yang nyata.

Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum tepat untuk membangun spirit berbagi di lingkungan YPI Al-Hidayah Pondok Melati Bekasi. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti lingkungan lembaga tersebut pada perayaan Idul Adha tahun ini, setelah sempat mengalami kevakuman beberapa tahun akibat pandemi COVID-19.

Hal senada disampaikan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah, Misar Sujana, dalam wawancara eksklusif bersama Rifay Marzuki, Dewan Pembina Supersemar News. Menurutnya, kegiatan penyembelihan hewan kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bagian dari pendidikan karakter, penguatan nilai keikhlasan, serta bentuk nyata kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Misar Sujana menjelaskan bahwa kegiatan kurban di lingkungan yayasan sejatinya telah menjadi tradisi panjang sejak era 1980-an. Tradisi tersebut terus dijaga sebagai bentuk komitmen lembaga pendidikan Islam dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan spiritual yang kuat.

Sejak tahun 80-an, Alhamdulillah masyarakat masih mempercayai Yayasan Pengembangan Islam Al-Hidayah. Dan mengalami peningkatan signifikan sejak kepemimpinan Ketua Yayasan, Hajjah Halimah Munawir, yang bukan hanya memberi kenyamanan dalam kelancaran proses belajar mengajar, melainkan juga kembali menghidupkan program penerimaan dan pelaksanaan kurban setelah sempat terhenti sekitar tahun 2017 dan masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Kebangkitan program kurban dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa solidaritas masyarakat perlahan kembali tumbuh. Misar Sujana menyampaikan bahwa tahun ini menjadi tahun kedua pelaksanaan kurban kembali berjalan secara aktif dan terorganisasi. Menurutnya, pencapaian tersebut patut disyukuri karena menjadi bukti bahwa semangat berbagi di tengah masyarakat belum hilang.

Alhamdulillah, sekarang kita sudah berjalan dua tahun ini menerima kembali kurban. Masyarakat, siswa-siswi, dan yayasan ikut andil dalam kegiatan ini,” katanya.

Walaupun jumlah hewan kurban belum sebesar masjid-masjid besar lainnya, pihak yayasan tetap memandang kegiatan tersebut sebagai bentuk keberkahan dan kebersamaan yang harus dijaga.

Tidak hanya itu, kegiatan kurban juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa mengenai makna berbagi dan pengorbanan dalam Islam. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya memahami teori agama di dalam kelas, tetapi juga melihat langsung implementasinya dalam kehidupan sosial.

Idul Adha dan Pendidikan Keikhlasan

Dalam wawancara tersebut, Misar Sujana turut mengulas tema khutbah Idul Adha yang disampaikan kepada jamaah. Tema tersebut menitikberatkan pada kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai simbol keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Ia menegaskan bahwa nilai terbesar dari ibadah kurban bukan terletak pada besarnya hewan yang disembelih, melainkan keikhlasan hati dalam menjalankan perintah Allah.

Kita belajar dari Nabi Ibrahim bagaimana beliau diuji oleh Allah. Setelah sekian lama tidak memiliki anak, ketika memiliki anak justru diperintahkan untuk menyembelihnya. Tetapi beliau ikhlas karena itu perintah Allah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kehidupan manusia sejatinya penuh dengan ujian dan tantangan. Oleh sebab itu, semangat kurban mengajarkan manusia untuk senantiasa berserah diri kepada Allah SWT dan memperkuat rasa empati kepada sesama.

Halimah Munawir berharap pendidikan berkarakter sejak dini terus ditanamkan agar anak-anak memahami bahwa sekolah dan ibadah adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan serta tidak bersifat individual, melainkan memiliki dimensi sosial yang luas. Dalam ajaran Islam juga ditekankan konsep gotong royong yang memiliki nilai kebersamaan tinggi.

Hal tersebut diamini Misar Sujana dengan mengambil contoh kisah Rasulullah SAW yang pernah berkurban dengan dua ekor kambing, satu untuk umatnya dan satu lagi untuk keluarganya.

Kalau kita hanya mampu satu ekor untuk keluarga, itu juga sudah baik. Kalau mampu lebih, tentu lebih baik lagi,” tuturnya.

Distribusi Daging Kurban Dilakukan Secara Terorganisasi

Rifay Marzuki selaku Dewan Pembina Supersemar News bersama Mulih, Bendahara Yayasan, dan Misar Sujana, Kepala Sekolah MI Al-Hidayah, usai kegiatan kurban Idul Adha 1447 H di YPI Al-Hidayah Pondok Melati Bekasi. Momentum kebersamaan ini menjadi simbol penguatan pendidikan karakter Islami, solidaritas sosial, dan semangat gotong royong di lingkungan yayasan pendidikan Islam.

Sementara itu, Bendahara YPI Al-Hidayah Pondok Melati, Mulih, menjelaskan bahwa tahun ini walau situasi serba sulit, namun Alhamdulillah yayasan dapat melaksanakan penyembelihan satu ekor sapi dan satu ekor kambing.

Hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi berbagai pihak, mulai dari siswa, warga sekitar, hingga yayasan sendiri. Sistem gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa budaya kebersamaan masih sangat kuat di lingkungan yayasan.

Setelah proses penyembelihan selesai, panitia akan langsung melakukan pengemasan daging kurban menggunakan sistem pembagian per kantong. Selanjutnya, daging didistribusikan kepada siswa, guru, dan warga sekitar yang membutuhkan,” jelasnya.

Menariknya, proses distribusi tahun ini tidak menggunakan sistem kupon seperti yang lazim dilakukan di sejumlah tempat. Yayasan memilih menggunakan data internal penerima manfaat yang telah dimiliki panitia dari tahun-tahun sebelumnya dan dibagikan secara door to door.

Menurut Mulih, langkah tersebut dilakukan agar pembagian lebih tertib, efektif, dan tepat sasaran.

Harapan Besar untuk Program Tabungan Kurban

Tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini, pihak yayasan juga mulai menggagas program tabungan kurban bagi guru dan warga yayasan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah hewan kurban pada tahun-tahun mendatang.

Mulih optimistis, jika program tabungan kurban berjalan konsisten, maka jumlah hewan kurban dapat bertambah signifikan.

Mudah-mudahan tahun depan jumlah sapi atau kambing akan lebih banyak,” ungkapnya penuh harap.

Program tabungan kurban tersebut dinilai sebagai langkah inovatif dalam membangun budaya menabung sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam ibadah kurban untuk solidaritas sosial. Program ini juga berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis keagamaan untuk memperkuat kebersamaan.***(SB)

SupersemarNewsTeam
Reporter :
R/Rifay Marzuki