Subchan ZE, Tokoh Muda NU yang Dihapus dari Sejarah

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 17:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Subchan ZE, tokoh muda NU yang visioner dan kritis terhadap rezim Orde Baru, tampak tengah membaca di ruang kerjanya—dikelilingi tumpukan dokumen perjuangan. (Foto: PWNUjatim.or.id)

Kritik Tajam, Karier Politik Hancur

SUPERSEMAR NEWS – Subchan Zaenuri Echsan, lebih dikenal sebagai Subchan ZE, merupakan tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) yang berani bersuara lantang terhadap rezim Orde Baru. Namun, sikap vokalnya membuat karier politiknya runtuh.

Pada 1972, PB Syuriyah NU resmi memecat Subchan melalui surat N.004/Syuriyah/c/1972. Pemecatan ini ditandatangani Rois Aam KH. Bisri Syansuri, sebagai buntut dari kritik keras Subchan terhadap kebijakan Soeharto.

Aktif Sejak Muda

Lahir di Kepanjen, Malang Selatan, 22 Mei 1931, Subchan tumbuh di lingkungan santri di Kudus. Sejak remaja, ia sudah aktif berwirausaha, mengelola perusahaan rokok “Cap Kucing” dan berdagang hingga Singapura.

Baca Juga :  Bareskrim dan BPOM Geledah Sejumlah Usaha di Cileungsi, Temukan Obat Diduga Mengandung Bahan Kimia

Selain menempuh pendidikan pesantren, Subchan belajar di Universitas Gadjah Mada dan ikut kursus ekonomi di UCLA. Di masa revolusi, ia tergabung dalam AMRI dan BPRI yang dipimpin Bung Tomo.

Kiprah Politik dan Ekonomi

Karier politik Subchan dimulai saat ia menjadi pengurus Ma’arif NU Semarang pada 1953. Namanya mencuat saat menjabat Ketua IV PBNU pada 1962.

Pada 1965, ia memimpin KAP Gestapu bersama Hary Tjan Silalahi. Kelompok ini mengonsolidasikan massa untuk mendesak pembubaran PKI. Sebagai wakil ketua MPRS, Subchan aktif menuntut pertanggungjawaban Presiden Soekarno dan pembubaran PKI.

Lawan Rezim, Lawan Korupsi

Di awal Orde Baru, Subchan vokal mengkritik pemerintahan Soeharto. Ia menilai rezim menyuburkan korupsi dan konspirasi. Ia juga menentang Permendagri 12/1969 yang memihak Golkar.

Meski ditekan, Subchan tetap berkampanye untuk NU. Dalam Pemilu 1971, NU meraih posisi kedua di bawah Golkar, dengan suara terbanyak di antara partai Islam.

Baca Juga :  Hakim tetapkan kasus korupsi LPEI rugikan negara Rp992,82 miliar

Meninggal Misterius

Setahun setelah dipecat NU, Subchan meninggal dalam kecelakaan di Riyadh, Arab Saudi, pada usia 42 tahun. Kecelakaan itu diduga terkait operasi intelijen, karena Subchan berencana mengungkap jaringan bisnis Soeharto usai pulang dari Mekkah.

Menjelang wafat, ia sempat memberi wawancara kepada koresponden AFP soal dugaan keterlibatan CIA dalam suksesi Orde Baru. Sopir dalam kecelakaan itu hanya luka ringan, sementara Subchan tewas seketika.

Jejak yang Dihapus

Usai wafat, biografi dan kisah Subchan perlahan dihapus dari referensi sejarah. Meski begitu, namanya tetap dikenang. Di Kudus, Jawa Tengah, sebuah jalan masih menyandang nama Subchan ZE.

SupersemarNewsTeam
Reporter : R/Rifay Marzuki
SanggaBuana

Follow WhatsApp Channel supersemarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan
Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu
Program “Polisi Peduli Pengangguran” di Banjarmasin, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi
Pangdam dan Menhut Terjun: Bongkar Kendala Pemadaman Karhutla di Taman Tanjung Puting
KRKT Kritik Penanganan Karhutla di Kalteng, Desak Transparan Anggaran
Narkoba! Sidokkes Kepolisian Lakukan Pemeriksaan Urine di Kampung Puntun
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kapolres Jakbar Jadi Khatib Salat Jumat Keliling, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Putusan MK “Identitas Etnis dan Budaya Dayak”, Gubernur dan DPRD Kalteng Dorong Peran Kelembagaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Satresnarkoba Polres Kotim Amankan Pria Pekerja Buruh Lepas di Ketapang Diduga Budak Sabu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Program “Polisi Peduli Pengangguran” di Banjarmasin, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Coba Kabur Lewat Jendela Lantai 2, Diduga Pengedar Sabu di Kotim Diciduk Polisi

Berita Terbaru